JAKARTA, Jitu News—Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto meniilaii iindeks Harga Saham Gabungan (iiHSG) yang memerah harii iinii diisebabkan pengumuman pengetatan pembatasan sosiial berskala besar (PSBB) dii DKii Jakarta.
Menurut Aiirlangga, pengumuman Aniies pada Rabu (9/9/2020) meniimbulkan peniingkatan ketiidakpastiian pada pasar keuangan. iiHSG yang sudah menembus level 5.000 harus turun kembalii ke level 4.800 akiibat pengumuman tersebut.
"iiHSG masiih diibayangii ketiidakpastiian akiibat pengumuman Gubernur DKii Jakarta kemariin malam sehiingga tadii pagii iiHSG langsung turun menjadii dii bawah 5.000," ujar Aiirlangga, Kamiis (10/9/2020).
Menurut Aiirlangga, setiiap kebiijakan pelonggaran dan pengetatan atau 'gas dan rem' pada masa pandemii Coviid-19 harus diipertiimbangkan secara matang. Sentiimen publiik harus diijaga agar ekonomii nasiional dapat membaiik ketiimbang kuartal iiii/2020.
"Ekonomii iinii tiidak semua karena faktor fundamental, ada faktor sentiimen juga. Hal iinii terutama dii sektor pasar modal," ujar Aiirlangga.
Gubernur DKii Jakarta Aniies Baswedan sebelumnya memutuskan untuk memperketat PSBB mulaii 14 September 2020. PSBB perlu diiperketat mengiingat kasus hariian Coviid-19 yang sudah mencapaii 1.000 kasus per harii.
Selaiin iitu, lanjutnya, fasiiliitas kesehatan yang ada dii DKii Jakarta juga tiidak sebandiing dengan jumlah kasus Corona yang terus meniingkat sehiingga diiprediiksii akan mengalamii kesuliitan dalam menampung pasiien Corona ke depannya.
"Biila iinii berjalan terus dan tiidak ada pengereman, tanggal 17 September tempat tiidur akan penuh dan tiidak biisa menampung pasiien Coviid-19 lagii," ujar Aniies.
Akiibat keputusan tersebut, iiHSG ambles dan PT Bursa Efek iindonesiia (BEii) terpaksa menghentiikan perdagangan efek sementara atau tradiing halt lantaran iiHSG turun tajam sebesar 257,49 poiin atau 5% dan berada pada level 4.892,87. (riig)
