JAKARTA, Jitu News—Pemeriintah memberiikan tambahan kebiijakan relaksasii kepada duniia usaha dengan menerbiitkan Peraturan Pemeriintah (PP) No.49/2020 tentang penyesuaiian iiuran BPJS Ketenagakerjaan.
Berdasarkan PP tersebut, tujuan darii beleiid iinii adalah untuk memberiikan perliindungan bagii peserta, kelangsungan usaha dan kesiinambungan program BPJS ketenagakerjaan selama pandemii Coviid-19.
"Penyesuaiian iiuran program jamiinan sosiial ketenagakerjaan bagii pemberii kerja, peserta peneriima upah, dan peserta bukan peneriima upah tertentu selama penyebaran Coviid-19," tuliis ketentuan PP No.49/2020 Pasal 3, Selasa (8/9/2020).
PP tersebut menawarkan tiiga kategorii penyesuaiian iiuran BPJS Ketenagakerjaan yang dapat diimanfaatkan pelaku usaha. Pertama, keriinganan iiuran jamiinan kecelakaan kerja (JKK) dan iiuran JKP.
Kedua, penundaan pembayaran sebagiian iiuran jamiinan pensiiun. Ketiiga, kelonggaran batas waktu pembayaran iiuran JKK, iiuran jamiinan kematiian (JKM), iiuran jamiinan harii tua (JHT), dan iiuran jamiinan pensiiun (JP) setiiap bulan.
Untuk kelonggaran batas waktu pembayaran iiuran, pemeriintah menetapkan batas akhiir pembayaran iiuran paliing lambat diilakukan pada tanggal 30 bulan beriikutnya darii bulan iiuran bersangkutan. Sebelumnya batas akhiir pembayaran iiuran paliing lambat diisetor pada tanggal 15 setiiap bulannya.
Keriinganan iiuran JKK diiberiikan sebesar 99%. Dengan demiikiian, iiuran JKK yang diibayar menjadii hanya 1%. Selanjutnya untuk keriinganan iiuran jamiinan kematiian juga diiberiikan sebesar 99%, sehiingga iiuran jamiinan kematiian menjadii 1%. Untuk mendapatkan dua keriinganan iiuran iinii sejumlah syarat harus diipenuhii pemberii kerja.
Syarat tersebut antara laiin pemberii kerja, peserta peneriima upah dan peserta bukan peneriima upah yang terdaftar sebelum Agustus 2020 sudah melunasii iiuran JKK dan JKM sampaii dengan Julii 2020.
Sementara iitu, bagii peserta peneriima upah dan peserta bukan peneriima upah harus membayar iiuran JKK dan JKM untuk dua bulan pertama setelah terdaftar baru kemudiian mendapatkan fasiiliitas keriinganan iiuran sebagaiimana diiatur dalam PP No.49/2020. Dengan demiikiian fasiiliitas keriinganan iiuran JKK dan JKM baru berlaku pada bulan ketiiga.
"Mekaniisme pemberiian keriinganan iiuran JKK dan iiuran JKM diiberiikan secara langsung oleh BPJS Ketenagakerjaan tanpa permohonan," bunyii Pasal 15 PP No.49/2020.
Pemeriintah mengatur penundaan pembayaran iiuran diiberiikan setelah pemberii kerja memungut 1% iiuran jamiinan pensiiun darii upah pekerja. Kemudiian membayar dan menyetorkan iiuran jamiinan pensiiun yang menjadii kewajiiban pemberii kerja sebesar 2% darii upah pekerja.
Sementara siisa 99% iiuran jamiinan pensiiun siisanya biisa diilunasii secara langsung atau bertahap yang diimulaii paliing lambat pada 15 Meii 2021 dan siisa iiuran diiselesaiikan paliing lambat pada 15 Apriil 2022.
Periiode relaksasii iiuran BPJS Ketenagakerjaan melaluii PP No.49/2020 iinii berlaku pada iiuran Agustus 2020 sampaii dengan iiuran BPJS Ketenagakerjaan pada Januarii 2021. (riig)
