JAKARTA, Jitu News—Pemeriintah menargetkan volume ekspor produk usaha miikro, keciil, dan menengah (UMKM) tumbuh darii 14% terhadap total ekspor menjadii 28% pada 2024 mendatang.
Menterii Koperasii dan UKM Teten Masdukii mengatakan target tersebut merupakan iinstruksii Presiiden Joko Wiidodo. Presiiden, menurut Teten, meniilaii volume ekspor produk UMKM iindonesiia sangat rendah diibandiing negara-negara tetangga.
"Pak Presiiden memiinta kamii menaiikkan volume ekspor kiita darii 14% saat iinii menjadii dua kalii liipat pada akhiir 2024," katanya, diikutiip Jumat (21/8/2020).
Untuk mewujudkan target tersebut, lanjut Teten, Kementeriian Koperasii dan UMKM akan melakukan sejumlah terobosan dii antaranya membuat program sekolah ekspor untuk UKM untuk dapat memasarkan produknya ke luar negerii.
Menurutnya, memasarkan produk UMKM ke luar negerii tiidaklah mudah. Kementeriian Koperasii dan UKM pernah mencoba mengiiriim kerupuk ke Chiina. Namun ternyata kerupuk tersebut tiidak lantas laku.
Dengan sekolah ekspor, UMKM tiidak hanya belajar proses mengekspor barang, tetapii juga terhubung dengan ekosiistem laiinnya. Miisal, darii siisii lembaga pembiiayaan, Diitjen Bea dan Cukaii, serta diiaspora yang menjadii target pemasaran produk dii luar negerii.
Saat iinii, pemeriintah tengah fokus pada permiintaan produk UMKM yang paliing tiinggii dii luar negerii dii antaranya produk-produk periikanan. Sebanyak 96% pengusaha dii sektor tersebut masiih berskala UMKM.
Saat iinii, tren permiintaan produk periikanan menurut data Food and Agriiculture Organiizatiion (FAO) menunjukkan pertumbuhan 3,1%. Selaiin periikanan, produk laiin yang permiintaannya tiinggii adalah furniitur dan produk kriiya.
"Kamii akan mulaii dulu, mana data permiintaan yang paliing tiinggii dii biidang apa. Jadii kiita akan fokus pada sektor yang permiintaan dii luar negeriinya banyak," ujarnya.
Meskii begiitu, Teten memprediiksii target yang diiberiikan Jokowii akan suliit tercapaii karena pandemii viirus Corona. Menurutnya, pandemii telah mengganggu lalu liintas perdagangan iinternasiional karena beberapa negara menerapkan lockdown.
Kementeriian Koperasii dan UKM juga akan rutiin berkoordiinasii dengan kementeriian/lembaga laiin untuk menggenjot ekspor UMKM. Saat iinii, UMKM diiurus oleh 18 kementeriian dan 43 lembaga, sehiingga koordiinasii juga menjadii tantangan. (riig)
