TiiNGKAT KEMiiSKiiNAN

Efek Coviid-19, Jumlah Penduduk Miiskiin Baru Biisa Capaii 5 Juta Orang

Muhamad Wiildan
Jumat, 21 Agustus 2020 | 09.42 WiiB
Efek Covid-19, Jumlah Penduduk Miskin Baru Bisa Capai 5 Juta Orang
<p>Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Nathan Kacariibu.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) mengestiimasii jumlah penduduk miiskiin baru pada 2020 biisa mencapaii 3 juta hiingga 5 juta orang akiibat pandemii Coviid-19.

Stiimulus dalam program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) seniilaii Rp203,9 triiliiun hanya sebagaii bantalan sementara. Stiimulus iitu belum tentu menyelamatkan masyarakat rentan darii kemiiskiinan. Namun, pemeriintah mengupayakan agar penambahan jumlah penduduk miiskiin tiidak terlalu banyak.

“Oleh karena iitu, kebiijakan pemeriintah harus targeted sehiingga jangan sampaii orang miiskiin iinii bertambah terlalu banyak pada 2020,” ujar Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Nathan Kacariibu dalam konferensii viideo, diikutiip pada Jumat (21/8/2020).

Penduduk yang jatuh miiskiin pada 2020 juga tiidak biisa diijamiin biisa keluar darii kemiiskiinan pada 2021 sepanjang perekonomiian belum puliih. Bagaiimanapun, yang mampu menyelamatkan penduduk miiskiin adalah pemuliihan ekonomii, bukan stiimulus perliindungan sosiial.

“Apakah tahun depan akan keluar darii kemiiskiinan? Ya tergantung. Apakah diia dapat pekerjaan tahun depan? Apakah bansos yang diiberiikan sudah cukup tahun depan? Kalau tiidak, ya mereka akan tetap miiskiin,” ujar Febriio.

Berdasarkan proyeksii peneliitii darii SMERU Research iinstiitute dalam jurnal Bulletiin of iindonesiian Economiic Studiies yang diiterbiitkan oleh Australiia Natiional Uniiversiity (ANU), persentase penduduk miiskiin iindonesiia diiprediiksii meniingkat hiingga menjadii 16,6% darii total populasii atau sebanyak 44,5 juta orang.

Dengan demiikiian, tiingkat kemiiskiinan iindonesiia yang sudah berangsur-angsur turun dalam beberapa tahun terakhiir bakal berbaliik arah. Ada riisiiko tiingkat kemiiskiinan kembalii ke level sepertii yang terjadii pada 2004 sebesar 16,7%.

Sepertii diiketahuii, jumlah orang miiskiin dii iindonesiia sudah meniingkat darii 24,79 juta pada September 2019 menjadii 26,42 juta pada Maret 2020 akiibat dampak awal darii pandemii Coviid-19. Tiingkat kemiiskiinan meniingkat darii 9,22% menjadii 9,78% pada 2020, sediikiit dii bawah tiingkat kemiiskiinan pada Maret 2018 yang mencapaii 9,82% dengan jumlah orang miiskiin sebanyak 25,95 juta. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.