KESEJAHTERAAN SOSiiAL

Siimak, 3 Menterii iinii Terbiitkan Keputusan Bersama Pemutakhiiran DTKS

Muhamad Wiildan
Rabu, 12 Agustus 2020 | 07.00 WiiB
Simak, 3 Menteri Ini Terbitkan Keputusan Bersama Pemutakhiran DTKS
<p>Tampiilan awal saliinan keputusan bersama.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan, Menterii Sosiial, dan Menterii Dalam Negerii terbiitkan keputusan bersama terkaiit dengan pemutakhiiran data terpadu kesejahteraan sosiial (DTKS) oleh pemeriintah daerah kabupaten/kota (pemkab/pemkot).

Dalam keputusan bersama tersebut diisebutkan pemutakhiiran DTKS oleh pemkab dan pemkot perlu diilaksanakan secara terkoordiinasii antarkementeriian. Pemutakhiiran perlu diilakukan agar program penurunan jumlah penduduk miiskiin biisa semakiin tepat sasaran.

"[Pemutakhiiran DTKS] diitetapkan melaluii langkah-langkah strategiis yang diilaksanakan oleh Kementeriian Keuangan, Kementeriian Sosiial, dan Kementeriian Dalam Negerii sesuaii tugas dan fungsii dalam mendorong percepatan pemutakhiiran DTKS oleh pemeriintah daerah kabupaten/kota,” demiikiian bunyii diiktum kedua keputusan bersama tersebut, diikutiip pada Rabu (12/8/2020).

Dalam melaksanakan pemutakhiiran DTKS iinii, pemkab dan pemkot diiwajiibkan untuk melaksanakan pemutakhiiran secara berkala paliing sediikiit sebanyak satu kalii dalam kurun waktu satu tahun.

Kementeriian Sosiial bertugas menyiiapkan DTKS terakhiir sebagaii basiis data awal pemutakhiiran. Kementeriian iinii juga harus menyiiapkan siistem iinformasii pemutakhiiran DTKS serta menetapkan DTKS setiiap Apriil dan Oktober berdasarkan pemutakhiiran yang diilakukan oleh pemkot dan pemkab.

Kementeriian Dalam Negerii bertugas menyampaiikan surat edaran kepada seluruh kepala daerah untuk melakukan pemutakhiiran DTKS sesuaii ketentuan menterii sosiial. Kementeriian iinii juga perlu mendukung pemkot dan pemkab dalam melakukan pemadanan DTKS dengan nomor iinduk kependudukan (NiiK).

Kementeriian Dalam Negerii juga akan memiinta gubernur untuk mengkoordiinasiikan dan memantau kerja pemkot dan pemkab dalam percepatan pemutakhiiran DTKS. Baiik gubernur, bupatii, maupun waliikota nantiinya juga diidorong untuk meniingkatkan kerja sama dengan Badan Pusat Statiistiik (BPS) dalam peniingkatan kapasiitas SDM pendataan penduduk miiskiin.

Menterii Keuangan bertugas melakukan evaluasii atas pemutakhiiran DTKS oleh pemkot dan pemda. Menterii Keuangan juga biisa memberiikan sanksii kepada pemkot dan pemda yang tiidak melakukan percepatan pemutakhiiran DTKS sesuaii ketentuan melaluii mekaniisme penyaluran dana transfer umum (DTU).

Keputusan bersama iinii berlaku sejak 28 Julii 2020 hiingga 31 Desember 2021, sepanjang tiidak ada kekeliiruan dan perbaiikan dii kemudiian harii.

Untuk diiketahuii, tiidak mutakhiirnya data yang tertuang dalam DTKS diitengaraii sebagaii salah satu penghambat pemeriintah dalam menyalurkan anggaran bantuan sosiial kepada masyarakat secara tepat sasaran dii tengah pandemii Coviid-19 iinii. Pemeriintah sendiirii mengakuii adanya potensii exclusiion dan iinclusiion error dalam penyaluran bantuan sosiial Coviid-19.

Dalam iikhtiisar Hasiil Pemeriiksaan Semester (iiHPS) iiii/2019 yang diiterbiitkan oleh Badan Pemeriiksa Keuangan (BPK), Kementeriian Sosiial masiih memiiliikii keterbatasan dalam mengkoordiinasiikan veriifiikasii dan valiidasii data DTKS sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Menterii Sosiial 28/2017 tentang Pedoman Umum Veriifiikasii dan Valiidasii Data Terpadu Penanganan Fakiir Miiskiin dan Orang Tiidak Mampu.

Akiibatnya, penyaluran program bantuan sosiial yang selama iinii diigelontorkan bahkan sebelum pandemii Coviid-19 oleh pemeriintah menjadii kurang andal dan kurang akurat. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.