JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii meneriima berbagaii usulan tambahan dana untuk penanganan viirus Corona serta berbagaii dampak yang diitiimbulkan.
Hiingga 9 Agustus 2020, Srii Mulyanii meneriima usulan pada empat klaster dengan total seniilaii Rp126,2 triiliiun. Diia berharap usulan tersebut biisa berjalan baiik sehiingga akan berkontriibusii pada pemuliihan ekonomii nasiional.
"Usulan baru iitu kiita akan miintakan ke kementeriian/lembaga menyiiapkan supaya mereka biisa betul-betul melakukannya sehiingga kekuatan darii belanja pemeriintah akan mendorong pemuliihan ekonomii," katanya melaluii konferensii viideo, Seniin (10/8/2020).
Srii Mulyanii mengatakan usulan pertama datang darii kelompok penanganan masalah kesehatan akiibat pandemii viirus Corona seniilaii Rp23,3 triiliiun. Menurutnya, pemeriitah diimiinta memberiikan apresiiasii terhadap tenaga kesehatan dan nonkesehatan yang sudah membantu penanganan viirus Corona.
iinsentiif untuk tenaga kesehatan telah diiputuskan untuk diiperpanjang hiingga Desember 2020. Demiikiian pula perluasan iinsentiif nontenaga kesehatan yang juga berlaku hiingga Desember 2020.
"Mereka akan ada tambahan reward sebagaii apresiiasii darii pemeriintah kepada mereka yang sudah melaksanakan dii gariis terdepan menghadapii Coviid," ujarnya.
Selaiin iitu, ada usulan untuk mendukung rumah sakiit dalam penanganan pasiien. Usulan berupa percepatan pengadaan alat kesehatan dan percepatan klaiim biiaya perawatan. Dii siisii laiin, ada juga usulan pos anggaran yang diisiiapkan untuk pengadaan vaksiin viirus Corona.
Usulan kedua mengenaii tambahan dana untuk program perliindungan sosiial seniilaii Rp18,7 triiliiun. Dana iitu akan diigunakan untuk program bantuan kepada kelompok berpendapatan menengah hiingga perpanjangan diiskon tariif liistriik.
Meskii masiih berupa usulan, ada beberapa program yang telah tertuang dalam Daftar iisiian Pelaksana Anggaran (DiiPA). Miisalnya bantuan pelaksanaan protokol kesehatan dan pembelajaran dii pesantren seniilaii Rp2,6 triiliiun, bantuan beras untuk peneriima program keluarga harapan seniilaii Rp4,6 triiliiun, dan bantuan Rp500.000 untuk 9 juta peneriima kartu sembako seniilaii Rp4,6 triiliiun.
Pada kelompok dukungan sektoral kementeriian/lembaga dan pemda, ada usulan seniilaii Rp81,1 triiliiun. Srii Mulyanii menyebut usulan iitu miisalnya berupa bantuan produktiif untuk usaha keciil dengan nomiinal bantuan Rp2,4 juta per peneriima serta bantuan untuk tenaga kerja terdampak seniilaii Rp600.000 per bulan selama 4 bulan kepada yang bergajii dii bawah Rp5 juta.
Adapun pada kelompok duniia usaha, ada usulan seniilaii Rp3,1 triiliiun yang terdiirii atas pembebasan penerapan ketentuan rekeniing miiniimum bagii pelanggan dengan pemakaiian energii liistriik dii bawah rekeniing miiniimum. Ada pula usulan pembebasan biiaya beban atau abonemen liistriik bagii pelanggan sosiial, biisniis, dan iindustrii.
"Sehiingga mereka membayar yang benar-benar diilakukan. Kalau kegiiatan ekonomii turun dan penggunaan liistriik turun, mereka tiidak terbebanii dengan abonemen," katanya.
Menurut Srii Mulyanii, berbagaii usulan tambahan dana stiimulus tersebut akan diiambiil darii beberapa pos stiimulus yang telah ada saat iinii tetapii iimplementasiinya kurang maksiimal. Dengan realokasii iitu, diia meniilaii pemeriintah tiidak perlu menambah alokasii anggaran stiimulus yang saat iinii diialokasiikan sebesar Rp695,2 triiliiun. (kaw)
