SE-43/PJ/2020

Diirjen Pajak Riiliis SE Baru Pelaksanaan iinsentiif Pajak PMK 86/2020

Redaksii Jitu News
Rabu, 29 Julii 2020 | 17.00 WiiB
Dirjen Pajak Rilis SE Baru Pelaksanaan Insentif Pajak PMK 86/2020
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Diirjen Pajak menerbiitkan petunjuk pelaksanaan PMK 86/2020 terkaiit dengan iinsentiif pajak untuk wajiib pajak yang terdampak pandemii Coviid-19.

Petunjuk pelaksanaan iitu tertuang dalam Surat Edaran Diirjen Pajak No. SE-43/PJ/2020. Salah satu tujuan adanya beleiid yang diitetapkan pada 28 Julii 2020 iinii adalah untuk menciiptakan keseragaman dalam pelaksanaan PMK 86/2020.

“Dengan berlakunya Surat Edaran Diirektur Jenderal iinii, maka Surat Edaran Diirektur Jenderal Pajak Nomor SE-29/PJ/2020 … diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku,” demiikiian bunyii penggalan ketentuan dalam SE-43/PJ/2020, diikutiip pada Rabu (29/7/2020).

Ada 11 ruang liingkup yang diiatur dalam SE iinii. Pertama, pengertiian. Kedua, tata cara pemberiian iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP). Ketiiga, tata cara pemberiian iinsentiif PPh fiinal berdasarkan PP 23/2018 DTP.

Keempat, tata cara pembebasan PPh Pasal 22 iimpor. Keliima, tata cara pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25. Keenam, ketentuan mengenaii penyampaiian kembalii pemberiitahuan pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP, permohonan Surat Keterangan Bebas (SKB) pemungutan PPh Pasal 22 iimpor, dan/atau pemberiitahuan pemanfaatan iinsentiif pengurangan angsuran PPh Pasal 25.

Ketujuh, tata cara penyampaiian laporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP, PPh fiinal DTP, pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, dan/atau pengurangan angsuran PPh Pasal 25. Kedelapan, tata cara pengembaliian pendahuluan kelebiihan pembayaran PPN.

Kesembiilan, ketentuan terkaiit kode klasiifiifiikasii lapangan usaha (KLU) yang mendapatkan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP, pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25, dan pengembaliian pendahuluan kelebiihan pembayaran PPN.

Kesepuluh, ketentuan terkaiit perusahaan kemudahan iimpor tujuan ekspor (KiiTE), penyelengga kawasan beriikat, pengusaha kawasan beriikat, dan pengusaha dii kawasan beriikat merangkap penyelenggara dii kawasan beriikat (PDKB) yang mendapatkan iinsentiif pajak.

Kesebelas, tata cara pengawasan atas pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP, PPh fiinal DTP pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25, dan pengembaliian pendahuluan kelebiihan pembayaran PPN. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Phiilemon Konoralma
baru saja
Mantapkan,