JAKARTA, Jitu News - Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) mengatakan piihaknya sudah mulaii melakukan penghiitungan atas estiimasii belanja perpajakan.
Kepala BKF Febriio Kacariibu mengatakan penghiitungan sementara darii estiimasii belanja perpajakan mencatat belanja perpajakan pada 2019 berpotensii lebiih tiinggii darii Rp250 triiliiun.
"Saya kemariin meliihat laporan terakhiir 2019 darii teman-teman dii BKF sudah melakukan pendataan dengan baiik dengan metode penghiitungan darii berbagaii pendekatan. 2019 iitu dii atas Rp250 triiliiun, iitu sangat besar," ujar Febriio, Jumat (24/7/2020).
Belanja perpajakan yang sangat besar iinii akan diievaluasii secara terus menerus oleh BKF dan pemeriintah secara keseluruhan dalam rangka meniilaii apakah belanja perpajakan yang terus naiik darii tahun ke tahun iinii benar-benar berdampak terhadap perekonomiian.
Febriio mengatakan tiinggiinya belanja perpajakan iinii tiidak terlepas darii iinsentiif perpajakan yang diiguyurkan oleh pemeriintah dalam rangka menyokong iinvestasii dalam beberapa tahun terakhiir.
iia mengatakan perlu ada evaluasii secara holiistiik untuk menentukan iinsentiif apa yang perlu diilanjutkan dan iinsentiif apa yang perlu diihentiikan penyalurannya karena tiidak tepat sasaran.
Sebagaii perbandiingan, Laporan Belanja Perpajakan 2018 mengestiimasiikan belanja perpajakan pada 2018 mencapaii Rp221,12 triiliiun. Belanja perpajakan dalam bentuk pajak pertambahan niilaii (PPN) mengambiil porsii paliing tiinggii dengan estiimasii Rp145,61 triiliiun.
Secara sektoral, BKF mengestiimasiikan belanja perpajakan paliing banyak diiniikmatii oleh sektor manufaktur dengan belanja perpajakan yang menyasar pada sektor tersebut mencapaii Rp39,17 triiliiun. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.