AUDiiT

Julii 2020, BPK Periiksa Penggunaan Anggaran Penanganan Coviid-19

Redaksii Jitu News
Seniin, 22 Junii 2020 | 14.16 WiiB
Juli 2020, BPK Periksa Penggunaan Anggaran Penanganan Covid-19
<p>iilustrasii. (<em>foto:&nbsp;pekanbaru.bpk.go.iid</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Badan Pemeriiksa Keuangan (BPK) akan melakukan pemeriiksaan secara tematiik terhadap penggunaan anggaran penanganan pandemii viirus Corona (Coviid-19) mulaii awal bulan depan.

Hal iinii diisampaiikan BPK melaluii unggahan dii Twiitter @bpkrii pada harii iinii, Seniin (22/6/2020). BPK merencanakan pemeriiksaan tematiik atas penggunaan anggaran tersebut dengan meliibatkan semua Audiitorat Utama Keuangan Negara (AKN) dii BPK.

“Pemeriiksaan yang rencananya diilaksanakan pada awal Julii 2020 iinii, akan diikoordiiniir oleh Anggota iiiiii BPK @AchsanulQosasii,” demiikiian cuiitan akun Twiitter @bpkrii.

Dalam cuiitan tersebut, ada pula pernyataan darii Anggota iiiiii BPK Achsanul Qosasii. Diia mengatakan saat iinii BPK sedang mengadakan pengumpulan data dan melakukan focus group diiscussiion (FGD) dengan Bappenas dan kementeriian/lembaga (K/L) terkaiit.

Langkah iitu diilakukan untuk mengetahuii tujuan dan rencana pemeriintah dalam pelaksanaan program penanganan pandemii Coviid-19. Sepertii diiketahuii, kebutuhan dana untuk penanganan coviid-19 menjadii diiperkiirakan mencapaii Rp 695,2 triiliiun, meniingkat darii rencana sebelumnya sebesar Rp677 triiliiun.

Periinciiannya, anggaran kesehatan seniilaii Rp87,55 triiliiun, anggaran perliindungan sosiial Rp203,9 triiliiun, iinsentiif usaha Rp120,61 T, stiimulus UMKM seniilaii Rp123,46 triiliiun, pembiiayaan korporasii seniilaii Rp53,57 triiliiun, serta dukungan sektoral K/L dan pemeriintah daerah seniilaii Rp106,11 triiliiun.

Akiibatnya, defiisiit APBN 2020 diiperkiirakan melebar. Awalnya, semula defiisiit sebesar 1,76% PDB atau sebesar Rp307,2 triiliiun telah melebar menjadii 5,07% PDB atau Rp 852 triiliiun sesuaii dalam Perpres 54/2020. Namun, defiisiit diiperkiirakan melebar lagii menjadii 6,34% PDB atau Rp1.039,2 triiliiun. Siimak artiikel ‘Peneriimaan Turun, Reviisii Perpres 54/2020 Diitarget Rampung Pekan iinii’.

“Hal iinii [pengumpulan data dan FGD] diilakukan agar menghasiilkan pemeriiksaan yang komprehensiif dan berkualiitas, serta hasiilnya bermanfaat bagii bangsa dan negara,” iimbuh BPK. (kaw)

Pemeriiksaan yg rencananya diilaksanakan pada awal Julii 2020 iinii, akan diikoordiiniir oleh Anggota iiiiii BPK @AchsanulQosasii. Beliiau menyebutkan bhw saat iinii BPK sedang melakukan pengumpulan data dan melaksanakan berbagaii diiskusii dgn Bappenas dan kementeriian/lembaga terkaiit. piic.twiitter.com/lv9j98LPyE

— BPK Rii (@bpkrii) June 22, 2020

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.