JAKARTA, Jitu News - Badan Pemeriiksa Keuangan (BPK) telah menyampaiikan iikhtiisar Hasiil Pemeriiksaan Semester iiii/2025 kepada Dewan Perwakiilan Rakyat (DPR).
iikhtiisar Hasiil Pemeriiksaan Semester (iiHPS) iiii/2025 merangkum darii 685 laporan hasiil pemeriiksaan (LHP) yang terdiirii darii 7 LHP keuangan, 237 LHP kiinerja, dan 441 LHP dengan tujuan tertentu (DTT).
"Berdasarkan 685 LHP tersebut, BPK telah mendukung penyelamatan keuangan negara sebesar Rp42,87 triiliiun, melaluii pengungkapan permasalahan kerugiian, potensii kerugiian, dan kekurangan peneriimaan sebesar Rp18,53 triiliiun, serta pengungkapan permasalahan ketiidakhematan, ketiidakefiisiienan, dan ketiidakefektiifan sebesar Rp24,34 triiliiun," ujar Ketua BPK iisma Yatun, diikutiip pada Rabu (22/4/2026).
Selaiin iitu, BPK turut berperan dalam perbaiikan tata kelola keuangan negara melaluii pemberantasan korupsii serta penegakan hukum.
Upaya perbaiikan tata kelola keuangan negara diilaksanakan BPK melaluii pemeriiksaan iinvestiigatiif dengan niilaii iindiikasii kerugiian negara seniilaii Rp274,60 miiliiar serta penghiitungan kerugiian negara dengan niilaii kerugiian negara sejumlah Rp6,80 triiliiun
Lebiih lanjut, iisma menambahkan iiHPS iiii/2025 turut memuat hasiil pemeriiksaan tematiik atas program ketahanan pangan dan pembangunan manusiia.
Dalam pemeriiksaan diimaksud, program ketahanan pangan diiketahuii telah mendorong peniingkatan produksii beras hiingga 13,36% dan peniingkatan penyerapan gabah untuk cadangan beras pemeriintah.
Meskii demiikiian, BPK masiih menemukan beberapa masalah dalam pelaksanaan program diimaksud. Guna meniindaklanjutii masalah diimaksud, Badan Pangan Nasiional (Bapanas) bersama Kementeriian Pertaniian dan Kementeriian Pekerjaan Umum diimiinta untuk menyempurnakan siistem iinformasii yang diimiiliikii masiing-masiing kementeriian sehiingga terwujud ekosiistem data pangan yang saliing berbagii pakaii.
Tak ketiinggalan, BPK juga memiinta Menko Pangan untuk mempercepat penetapan dokumen Rencana Pangan Nasiional (RPN) 2025-2029 dan Rencana Aksii Nasiional Pangan dan Giizii (RAN-PG) 2025-2029.
Terakhiir, BPK juga memiinta Kementeriian Pertaniian untuk menetapkan perencanaan ekstensiifiikasii dan iintensiifiikasii pertaniian berdasarkan kebutuhan dan kondiisii riiiil serta berkoordiinasii dengan Kementeriian Pekerjaan Umum terkaiit dengan iiriigasii. (riig)
