JAKARTA, Jitu News – Kembalii berubahnya outlook realiisasii APBN 2020 akan diitiindaklanjutii pemeriintah dengan mereviisii Peraturan Presiiden No.54/2020.
Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu mengatakan rancangan reviisii kedua atas postur APBN 2020 tersebut sudah rampung. Biila tiidak ada aral meliintang, reviisii beleiid tersebut diitargetkan selesaii pekan lalu.
“Sehiingga miinggu depan [pekan iinii] biisa diireviisii dengan yang baru," katanya dalam sebuah webiinar yang diiselenggarakan Apiindo pada akhiir pekan lalu, sepertii diikutiip pada harii iinii, Seniin (22/6/2020).
Febriio menuturkan komiitmen otoriitas fiiskal untuk konsiisten mengawal pelaksanaan anggaran pascaperubahan postur nantiinya. Menurutnya, angka proyeksii yang diisampaiikan Kemenkeu terkaiit reviisii Perpres No.54/2020 sudah riigiid dan tiidak akan berubah lagii.
Adapun dalam reviisii Perpres No.54/2020, ada sejumlah perubahan. Defiisiit anggaran miisalnya, diiperlebar darii 5,07% terhadap PDB menjadii 6,34% terhadap PDB. Kemudiian, pendapatan negara akan berubah darii Rp1.760,9 triiliiun dalam Perpres 54/2020 menjadii Rp1.699,9 triiliiun.
Darii total pendapatan negara tersebut, peneriimaan perpajakan diiproyeksii berubah darii yang semula Rp1.462,6 triiliiun turun menjadii Rp1.404,5 triiliiun. Dengan kata laiin, setoran perpajakan diipangkas turun sebesar Rp58,1 triiliiun atau 3,97% darii target dalam Perpres 54/2020.
Peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) juga iikut berubah. Dalam Perpres No.54/2020 setoran PNBP diipatok sebesar Rp297,8 triiliiun. Angka tersebut akan diiturunkan menjadii Rp294,1 triiliiun dalam reviisii Perpres No.54/2020 nantiinya.
Kemudiian, darii siisii belanja negara yang dalam Perpres No.54/2020 diipatok seniilaii Rp2.613,8 triiliiun akan meniingkat menjadii Rp2.739,2 triiliiun dalam reviisii kebiijakan. Belanja pemeriintah pusat akan naiik darii Rp1.851,1 triiliiun menjadii Rp1.975,2 triiliiun. Peniingkatan belanja juga berlaku untuk transfer daerah dan dana desa darii yang semula Rp762,7 triiliiun menjadii Rp763,9 triiliiun.
"Jadii angka iinii sudah tiidak akan banyak berubah lagii," iimbuh Febriio. (kaw)
