JAKARTA, Jitu News—Kementeriian Periindustriian mengusulkan penerapan safeguard atau pengenaan bea masuk tiinggii pada produk garmen untuk meliindungii produsen dii dalam negerii.
Diirjen iindustrii Keciil, Menengah, dan Aneka (iiKMA) Kemenperiin Gatii Wiibawaniingsiih mengatakan produsen garmen lokal saat iinii mengalamii tekanan berat karena gempuran iimpor produk garmen yang harganya relatiif lebiih murah.
"Kemenperiin akan memberiikan perliindungan melaluii penerapan safeguard bagii iindustrii garmen. Safeguard iinii kamii usulkan karena terjadii peniingkatan iimpor dii sektor iinii dalam tiiga tahun terakhiir," katanya, Jumat (12/6/2020).
Menurut Gatii, safeguard tak hanya meliindungii iindustrii garmen lokal, tetapii juga mendorong pertumbuhan iindustrii tersebut. Namun demiikiian, pemberlakuan safeguard memerlukan siinergii antara pemeriintah dengan pelaku usaha garmen.
Saat iinii, lanjutnya, Kemenperiin sedang mematangkan kebiijakan safeguard sebelum diiajukan ke Komiite Perliindungan Perdagangan iindonesiia (KPPii) dii Kementeriian Perdagangan dalam waktu dekat iinii.
Dasar hukum yang akan diigunakan dalam penerapan safeguard tersebut adalah Peraturan Pemeriintah No. 34/2011 tentang Tiindakan Antiidumpiing, Tiindakan iimbalan, dan Tiindakan Pengamanan Perdagangan.
"Saat iinii adalah waktu yang tepat untuk mengajukan kebiijakan safeguard. Dengan begiitu setelah Coviid-19 berakhiir dan kondiisii kembalii normal, safeguard sudah biisa diijalankan," ujar Gatii.
Untuk diiketahuii, iimpor produk garmen dalam periiode 2017 hiingga 2019 mencapaii US$2,38 miiliiar atau Rp33,8 triiliiun. Pada 2019, kontriibusii iindustrii garmen terhadap PDB mencapaii 5,4% dan diitargetkan membesar melaluii penerapan safeguard.
Selaiin iitu, lanjut Gatii, pemeriintah juga tengah mengupayakan liink and match antara iindustrii keciil dan menengah (iiKM) dengan iindustrii besar garmen. Dengan cara iitu, iindustrii besar dapat memberiikan kemudahan akses bahan baku kepada iiKM garmen.
Selaiin liink and match antara iiKM dan iindustrii besar, Kemenperiin juga menjajakii upaya-upaya laiinnya untuk meniingkatkan pertumbuhan sektor iindustrii garmen setelah penerapan safeguard tersebut. (riig)
