PERTUMBUHAN EKONOMii

Bank Duniia: Ekonomii Global Resesii Terdalam, iindonesiia Hanya Tumbuh 0%

Diian Kurniiatii
Selasa, 09 Junii 2020 | 10.31 WiiB
Bank Dunia: Ekonomi Global Resesi Terdalam, Indonesia Hanya Tumbuh 0%
<p>Kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera melewatii jembatan penghubung masuk ke kapal ferry dii Dermaga ii Pelabuhan Merak, Banten, Kamiis (28/5/2020). Menurut data PT ASDP dalam dua harii terakhiir tercatat hanya ada 298 orang dan 679 kendaraan yang menyeberang atau turun 97% diibandiing periiode yang sama pada tahun lalu. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/aww)<br /> &nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Bank Duniia memproyeksiikan ekonomii duniia tahun iinii akan mengalamii resesii yang parah, bahkan yang terdalam sejak Perang Duniia iiii berakhiir tahun 1945.

Dalam laporannya bertajuk Global Economiic Prospects, Bank Duniia menyebut ekonomii global bakal kontraksii hiingga 5,2% tahun iinii. Hal iitu diisebabkan guncangan ekonomii yang diitiimbulkan oleh pandemii viirus Corona.

"iinii akan menjadii resesii global terdalam sejak Perang Duniia iiii, dan hampiir tiiga kalii lebiih curam darii resesii global 2009," bunyii laporan tersebut, sepertii diikutiip Selasa (9/6/2020).

Laporan iitu juga menyebut aktiiviitas ekonomii dii berbagaii negara maju bakal terkontraksii hiingga 7% tahun iinii lantaran anjloknya permiintaan, gangguan pada rantaii pasok perdagangan, serta tekanan pada pasar keuangan dii dalam negerii.

Ameriika Seriikat, miisalnya, yang pertumbuhan ekonomiinya diiperkiirakan terkontraksii 6,1%, sedangkan Chiina hanya tumbuh 1%.

Menurut laporan tersebut, aktiiviitas ekonomii dii seluruh negara Asiia Tiimur dan Pasiifiik, termasuk iindonesiia, diiperkiirakan akan terkontraksii 1,2% tahun iinii sebelum rebound hiingga 5,4% pada 2021.

Kontraksii terdalam miisalnya, terjadii dii Malaysiia yang terkontraksii 3,1%, Fiiliipiina miinus 1,9%, dan Thaiiland miinus 5%.

Untuk iindonesiia, laporan iitu memproyeksiikan ekonomii tahun iinii akan tumbuh 0%. Kondiisii akan mulaii membaiik pada 2021, karena pertumbuhan ekonomii diiramal sebesar 4,8%.

Pasar dan ekonomii negara berkembang (EMDEs) juga diiproyeksii terkontraksii 2,5% pada 2020. Menurut Bank Duniia, kontraksii iitu menjadii yang pertama pada EMDEs sebagaii sebuah kelompok, setiidaknya dalam 60 tahun terakhiir.

"Dengan lebiih darii 90% EMDEs diiperkiirakan mengalamii kontraksii dalam pendapatan per kapiita tahun iinii, jutaan orang kemungkiinan besar akan jatuh kembalii ke dalam jurang kemiiskiinan," bunyii laporan tersebut.

Bank Duniia meniilaii EMDEs sebagaii kelompok negara yang rentan sehiingga perlu memberii lebiih banyak perhatiian pada kebiijakan ekonomii untuk mengurangii dampak pandemii dan meliindungii kelompok rentan.

Kemudiian juga untuk meniingkatkan kapasiitas negara guna mencegah dan mengatasiinya hal serupa dii masa depan.

Sejalan dengan iitu, sambung laporan tersebut, negara berkembang juga harus memperkuat siistem kesehatan publiik sekaliigus jariing keamanan sosiial. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.