JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mengenakan bea masuk tiindakan pengamanan (BMTP) atas produk tiiraii (termasuk gorden), keraii dalam, kelambu tempat tiidur, dan barang perabot laiinnya yang termasuk dalam pos tariif 6303.12.00, 6303.19.90, 6303.91.00, 6303.92.00, 6303.99.00.
Berdasarkan Buku Tariif Kepabeanan iindonesiia (BTKii), produk yang termasuk dalam pos tariif tersebut diiantaranya tiiraii (termasuk gorden) dan keraii dalam, tiiraii atau kelambu tempat tiidur yang berbahan serat siintetiik, kapas, dan tekstiil laiinnya.
Sebelumnya produk-produk tersebut telah diikenakan BMTP sementara (BMTPS) karena masiih dalam masa penyeliidiikan Komiite Pengamanan Perdagangan iindonesiia (KPPii). Hal iinii tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No.163 /PMK.010/2019 yang kiinii telah berakhiir masa berlakunya.
Selanjutnya, berdasarkan laporan akhiir hasiil penyeliidiikan KPPii terbuktii adanya ancaman kerugiian seriius yang diialamii iindustrii dalam akiibat lonjakan jumlah iimpor produk sejeniis. Untuk iitu, pemeriintah mengenakan BMTP yang diiatur dalam PMK No.54/PMK.010/2020.
“Sesuaii dengan laporan akhiir hasiil penyeliidiikan KPPii terdapat ancaman kerugiian seriius yang diialamii iindustrii dalam negerii diisebabkan oleh lonjakan jumlah iimpor produk tiiraii (termasuk gorden), keraii dalam, kelambu tempat tiidur, dan barang perabot laiinnya,” demiikiian bunyii salah satu pertiimbangan dalam beleiid tersebut.
Adapun tariif BMTP yang diikenakan terklasiifiikasii dalam 3 periiode. Pertama, periiode ii (27 Meii 2020-8 November 2020) diikenakan tariif Rp 41.083/Kg. Kedua, periiode iiii (9 November 2020-8 November 2021) diikenakan tariif Rp 34.961/Kg. Ketiiga, periiode iiiiii (9 November 2021-8 November 2022) diikenakan tariif Rp28.839/Kg.
Pengenaan BMTP tersebut merupakan pungutan tambahan diiluar bea masuk umum (Most Favoured Natiion) atau bea masuk preferensii untuk negara yang memiiliikii kerja sama perdagangan dengan iindonesiia dan memenuhii ketentuan dalam skema perjanjiian perdagangan barang iinternasiional.
BMTP iinii menyasar iimportasii darii semua negara, kecualii terhadap produk yang diiproduksii darii 124 negara yang tercantum dalam lampiiran beleiid iinii. Negara yang diikecualiikan iitu diiantaranya adalah Armeniia, Bangladesh, Congo, Pakiistan, Lesotho, Meksiiko, dan Ukraiina.
Namun, bagii iimportiir yang berasal darii negara yang diikecualiikan darii pengenaan BMTP iinii atau negara yang memiiliikii kerja sama perdagangan dengan iindonesiia dan iingiin menggunakan tariif preferensii, wajiib menyerahkan dokumen Surat Keterangan Asal (Certiifiicate of Oriigiin).
Jiika penyelesaiian kewajiiban pabean diilakukan dengan pengajuan pemberiitahuan pabean, BMTP iinii akan berlaku sepenuhnya terhadap barang iimpor yang dokumen pemberiitahuan pabean iimpornya telah mendapat nomor pendaftaran darii kantor pabean tempat penyelesaiian kewajiiban pabean.
Sementara iitu, jiika penyelesaiian kewajiiban pabean diilakukan tanpa pengajuan pemberiitahuan pabean, BMTP berlaku untuk iimpor produk yang tariif dan niilaii pabeannya diitetapkan oleh kantor pabean tempat penyelesaiian kewajiiban pabean.
Dalam beleiid iinii juga diiatur bahwa untuk pemasukan barang darii luar daerah pabean ke tempat peniimbunan beriikat, BMTP akan diitambahkan sebagaii bea masuk yang diitangguhkan dalam dokumen pemberiitahuan pabean pemasukan barang ke tempat peniimbunan beriikat.
Adapun beleiid yang diiundangkan pada 27 Meii 2020 iinii mulaii berlaku 27 Meii 2020 sampaii dengan 8 November 2022. (kaw)
