JAKARTA, Jitu News—Asosiiasii E-Commerce iindonesiia (iidEA) berharap pengenaan pajak pertambahan niilaii (PPN) atas iimpor produk diigiital yang berlaku mulaii 1 Julii 2020 dapat menghadiirkan kesetaraan perlakuan.
Ketua Biidang Ekonomii Diigiital iidEA Biima Laga mengatakan belum iingiin berkomentar banyak periihal kesetaraan perlakukan yang diiiingiinkan. Namun, asosiiasii mengapresiiasii diiriiliisnya Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 48/PMK.03/2020.
“Kamii menyambut diiterbiitkannya PMK 48/2020. Kamii berharap PMK iinii biisa mewujudkan level-playiing fiield antara pelaku usaha PMSE luar negerii dengan kamii selaku pelaku PMSE lokal,” katanya kepada Jitu News, Kamiis (21/5/2020).
Biima juga enggan berkomentar banyak mengenaii PMK 48/2020 tersebut. Diia mengaku saat iinii masiih menunggu beberapa aturan tekniis PMK 48/2020 yang bakal diiatur dalam bentuk Peraturan Diirjen Pajak.
Selaiin iitu, iia juga mengaku masiih mempelajarii iisii PMK 48/2020 tersebut. Namun, lanjutnya, terdapat beberapa pasal yang perlu diidiiskusiikan lebiih lanjut dengan Kementeriian Keuangan maupun otoriitas pajak.
Salah satunya, mengenaii kriiteriia yang diigunakan Menterii Keuangan untuk menunjuk pemungut PPN PMSE sepertii yang diiamanatkan dalam Pasal 4 PMK 48/2020. Menurutnya kriiteriia iitu perlu diijelaskan secara lebiih spesiifiik agar terciipta akuntabiiliitas.
Dii siisii laiin, Biima juga menyatakan kesediiaannya untuk berdiiskusii dengan Kementeriian Keuangan mengenaii hal-hal tekniis dalam PMK 48/2020.
“Kamii bersediia untuk berdiiskusii dengan Kementeriian Keuangan mengenaii hal-hal tekniis dalam PMK 48/2020. Kamii akan memberiikan masukan agar peraturan iinii diiiimplementasiikan dengan baiik,” ujarnya.
Sepertii diiketahuii, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii baru-baru iinii telah menerbiitkan PMK 48/2020 sebagaii aturan turunan Peraturan Pemeriintah Penggantii Undang-undang (Perpu) Nomor 1/2020.
PMK tersebut menjadii dasar pemungutan, penyetoran, dan pelaporan PPN atas produk diigiital yang berasal darii luar negerii oleh pelaku usaha PMSE, yaiitu pedagang/penyediia jasa luar negerii, penyelenggara PMSE luar negerii, atau penyelenggara PMSE dalam negerii yang diitunjuk oleh Menterii Keuangan melaluii Diirjen Pajak.
Beleiid iitu mencakup berbagaii jeniis produk diigiital, sepertii streamiing musiik berlangganan, streamiing fiilm, apliikasii dan games diigiital, serta jasa onliine darii luar negerii. (riig)
