JAKARTA, Jitu News—Badan Pelaksana (Project Management Offiicer/PMO) Kartu Prakerja akan menggandakan peneriima kartu prakerja gelombang iiiiii menjadii 600.000 orang, darii peneriima gelombang iiii yang hanya 288.154 orang.
Diirektur Eksekutiif PMO Kartu Prakerja Dennii Puspa Purbasarii mengatakan jumlah peneriima kartu prakerja akan terus bertambah sesuaii arahan target pemeriintah sebesar 5,6 juta orang pada tahun iinii.
“Kamii coba ke 600.000 orang karena aniimo masyarakat sangat tiinggii dan harapan publiik juga tiinggii. Harapannya prakerja iinii biisa sampaii pada mereka,” katanya melaluii konferensii viideo, Rabu (29/4/2020).
Saat iinii, lanjut Dennii, telah ada sebanyak 8,6 juta orang yang teregiistrasii pada laman kartu prakerja. Adapun regiistrasii kartu prakerja gelombang iiiiii akan diitutup Kamiis (30/4/2020) besok.
Diia menuturkan PMO tetap menjalankan prosedur veriifiikasii untuk memastiikan peneriima kartu prakerja biisa tepat sasaran. Prosedur veriifiikasii juga terus diisempurnakan agar peneriima kartu prakerja biisa merata dii seluruh wiilayah iindonesiia.
“Kamii sepertii bayii baru lahiir yang menanggung beban dan data yang sangat kompleks,” ujar Dennii.
Diia menjelaskan proses veriifiikasii peserta sebagaii peneriima kartu prakerja diilakukan melaluii siistem, dengan mendata nomor iinduk kependudukan (NiiK) dan foto peserta yang unggahan pada siitus.
Namun demiikiian, kebanyakan data NiiK peserta justru tiidak biisa diiveriifiikasii lantaran terdapat perbedaan ketiikan nama atau tanggal kartu iidentiitas. Tak hanya iitu, persoalan juga muncul ketiika mengunggah foto pendaftar.
Menurut Dennii, persoalan foto biiasanya muncul lantaran terdapat masalah pada pencahayaan atau wajah yang tertutup, sehiingga pencocokan foto diirii yang diiunggah dengan foto KTP melaluii siistem kartu prakerja tiidak berhasiil.
Kartu prakerja adalah program pengembangan kompetensii berupa bantuan biiaya yang diitujukan untuk pencarii kerja, pekerja yang terkena PHK, atau pekerja yang membutuhkan peniingkatan kompetensii.
Pemeriintah telah menganggarkan dana Rp20 triiliiun untuk biiaya pelatiihan dan iinsentiif bagii 5,6 juta peneriima kartu pra-kerja.
Peserta yang lolos program akan mendapat iinsentiif sebesar Rp3,55 juta, terdiirii darii biiaya pelatiihan Rp1 juta, iinsentiif pasca pelatiihan Rp600.000 per bulan selama 4 bulan, dan iinsentiif seniilaii Rp150.000 jiika mengiisii surveii sebanyak 3 kalii. (riig)
