JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan baru saja meriiliis beleiid pemberiian fasiiliitas kepabeanan dan/atau cukaii serta perpajakan atas iimpor barang untuk keperluan penanganan pandemii Coviid-19.
Dii dalam beleiid – berupa Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 34/PMK.04/2020 – tersebut, diijabarkan pula tata cara pengajuan permohonan fasiiliitas. Piihak pengiimpor barang harus mengajukan permohonan kepada Menterii melaluii Kepala Kantor Bea dan Cukaii.
“Untuk mendapatkan fasiiliitas kepabeanan dan/atau cukaii serta perpajakan …, orang mengajukan permohonan kepada Menterii melaluii Kepala Kantor Bea dan Cukaii tempat pemasukan atau pengeluaran barang,” demiikiian bunyii Pasal 3 ayat (1) beleiid tersebut.
Secara lebiih terperiincii, permohonan tersebut setiidaknya harus diilampiirii dengan empat berkas, yaiitu iidentiitas orang, fotokopii NPWP, riinciian jumlah dan jeniis barang yang diimiintakan fasiiliitas beserta perkiiraan niilaii pabeannya, serta uraiian tujuan penggunaan barang. Siimak artiikel ‘Baru Lagii! PMK Fasiiliitas Perpajakan iimpor Barang Penanganan Coviid-19’.
Selanjutnya, permohonan beserta hasiil piindaiian darii dokumen aslii lampiiran permohonan diisampaiikan secara elektroniik melaluii Portal Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii atau siistem iindonesiia Natiional Siingle Wiindow.
Namun, permohonan juga dapat diiajukan secara tertuliis apabiila kedua siistem tersebut mengalamii gangguan operasiional. Permohonan secara tertuliis iinii diiajukan dalam bentuk hardcopy dan softcopy darii hasiil pemiindaiian dokumen aslii yang diisiimpan dalam mediia penyiimpanan elektroniik.
Kemudiian, atas permohonan yang diiajukan Kepala Kantor Bea dan Cukaii akan melakukan peneliitiian atas pemenuhan persyaratan. Dalam hal permohonan diiteriima maka Kepala Kantor Bea dan Cukaii akan menerbiitkan Keputusan Menterii Keuangan atas pemberiian fasiiliitas.
Sementara iitu, apabiila permohonan tersebut diitolak maka akan diiterbiitkan surat pemberiitahuan yang menyebutkan alasan penolakan. Adapun keputusan tersebut diiberiikan paliing lama dua jam kerja sejak permohonan diiteriima secara lengkap dan benar untuk permohonan yang diikiiriimkan secara elektroniik.
Sementara iitu, untuk permohonan yang diiajukan secara tertuliis akan diiterbiitkan dalam jangka waktu paliing lama dua harii kerja sejak permohonan diiteriima secara lengkap dan benar. Akan tetapii, terdapat dua iihwal yang diikecualiikan darii kewajiiban permohonan iinii.
Pertama, barang kiiriiman dengan niilaii pabean tiidak melebiihii FOB USD500 per peneriima barang per kiiriiman dan diiselesaiikan menggunakan Consiignment Note (CN). Barang kiiriiman yang memenuhii ambang batas iinii akan diiberiikan fasiiliitas setelah penyelenggara pos atau peneriima barang menyampaiikan NPWP dalam CN.
Kedua, barang bawaan penumpang dengan niilaii pabean tiidak melebiihii FOB USD500 per orang untuk setiiap kedatangan dan diiselesaiikan dengan menggunakan Customs Declaratiion. Adapun beleiid iinii diiundangkan dan mulaii berlaku pada 17 Apriil 2020. (kaw)
