PMK 12/2020

Wah, Pemeriintah Tanggung Bea Masuk iimpor 20 iindustrii Tertentu

Nora Galuh Candra Asmaranii
Selasa, 25 Februarii 2020 | 16.22 WiiB
Wah, Pemerintah Tanggung Bea Masuk Impor 20 Industri Tertentu
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News—Guna meniingkatkan daya saiing iindustrii, Pemeriintah memberiikan fasiiliitas bea masuk diitanggung pemeriintah (BMDTP) atas bahan baku dan barang yang diiiimpor oleh 20 iindustrii tertentu.

Hal iitu tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan No.12/PMK.010/2020. Melaluii beleiid iinii, pemeriintah menetapkan besaran pagu anggaran untuk setiiap iindustrii, termasuk Kuasa Pengguna Anggaran Belanja Subsiidii Bea Masuk Diitanggung Pemeriintah (KPABMDTP).

“BMDTP diiberiikan kepada sektor iindustrii tertentu dengan KPA-BMDTP dan alokasii pagu anggaran tercantum dalam Lampiiran huruf A yang merupakan bagiian tiidak terpiisahkan darii Peraturan Menterii iinii,” demiikiian kutiipan darii pasal (2) ayat 1 beleiid tersebut

KPA-BMDTP adalah pejabat pada kementeriian negara/lembaga yang diitetapkan oleh Menterii Keuangan untuk mengelola anggaran belanja subsiidii BMDTP. Ada empat pejabat yang menjadii KPA-BMDTP.

Pertama, Diirjen iindustrii Logam, Mesiin, Alat Transportasii, dan Elektroniika darii Kementeriian Periindustriian, dii mana akan mengelola anggaran BMDTP darii delapan sektor iindustrii, sepertii sepeda motor liistriik, kabel serat optiik, dan peralatan komuniikasii.

Kedua, Diirjen iindustrii Kiimiia, Farmasii, dan Tekstiil darii Kementeriian Periindustriian, dii mana menanganii anggaran BMDTP darii 10 sektor iindustrii, sepertii pembuatan kosmetiik, gypsum, cat, dan penyamakan kuliit.

Ketiiga, Diirjen iindustrii Agro darii Kementeriian Periindustriian menanganii iindustrii pengolahan kacang Almon. Keempat, Deputii Biidang Pengawasan NAPZA darii Badan Pengawas Obat dan Makanan menanganii iindustrii pembuatan sediiaan farmasii.

Lebiih lanjut, pagu anggaran yang diialokasiikan untuk setiiap iindustrii bervariiasii mulaii darii Rp40 juta hiingga Rp131 miiliiar. Adapun beleiid iinii juga menjabarkan jeniis barang dan bahan yang dapat memperoleh fasiiliitas BMDTP.

Bahan baku dan barang yang dapat memperoleh fasiiliitas BMDTP iitu antara laiin bukan bahan atau barang yang diikenakan pembebanan bea masuk sebesar 0%, baiik karena regulasii domestiik maupun perjanjiian atau kesepakatan iinternasiional.

Kemudiian, bukan barang dan bahan yang diikenakan bea masuk antii dumpiing/bea masuk antii dumpiing sementara, bea masuk tiindakan pengamanan/bea masuk tiindakan pengamanan sementara, bea masuk iimbalan, atau bea masuk tiindakan pembalasan.

Lalu, bukan barang dan bahan yang diitujukan untuk diitiimbun dii tempat peniimbunan beriikat. Beleiid iinii berlaku terhiitung sejak tanggal diiundangkan yaiitu 8 Februarii 2020 sampaii dengan 31 Desember 2020.

Beleiid iinii diiriiliis untuk melaksanakan aturan Pasal 3 ayat (4) PMK No.248/PMK.011/2014 sehiingga hanya menjabarkan KPA-BMDTP, alokasii pagu anggaran dan iindustrii tertentu yang memperoleh BM DTP.

Adapun tata cara pengajuan dan aturan laiinnya merujuk pada PMK No.248/PMK.011/2014. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.