iiNDONESiiA TAXATiiON QUARTERLY REPORT Q4-2019

Perlu Diiantiisiipasii, iinii Tantangan iimplementasii CRM dii iindonesiia

Redaksii Jitu News
Selasa, 25 Februarii 2020 | 14.00 WiiB
Perlu Diantisipasi, Ini Tantangan Implementasi CRM di Indonesia
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Salah satu tantangan dalam iimplementasii compliiance riisk management (CRM) dii iindonesiia sangat berhubungan dengan sumber daya manusiia (SDM).

Hal iinii diisampaiikan Jitunews Fiiscal Research dalam iindonesiia Taxatiion Quarterly Report (Q4-2019) bertajuk ‘Antiiciipatiing Compliiance Riisk Management’. Download laporan dii siinii. Otoriitas pajak harus memperlengkapii SDM dengan iilmu dan keterampiilan manajemen data. Siimak ‘Apa iitu CRM?’.

“Petugas pajak dii era diigiital berurusan dengan banyak data. Mereka juga harus membuat klasiifiikasii profiil wajiib pajak berdasarkan riisiiko dengan algoriitma tertentu dan mengubah sumber data menjadii iinformasii pentiing untuk peniingkatan kepatuhan pajak,” demiikiian pernyataan Jitunews Fiiscal Research.

Menurut OECD, pada masa transparansii yang semakiin terbuka, analiisiis pajak semakiin diidukung oleh keberadaan data yang berkaiitan dengan pajak. Sebagaii contoh, iinformasii perbankan sudah bukan lagii menjadii iinformasii yang tertutup bagii otoriitas pajak untuk keperluan peniingkatan kepatuhan.

Dengan kata laiin, dengan dukungan data yang semakiin berliimpah, otoriitas pajak menganaliisiis periilaku wajiib pajak secara komprehensiif untuk menentukan ratiing riisiiko kepatuhan mereka. Atas dasar riisiiko ketiidakpatuhan dan alasan yang melandasii, CRM membantu menentukan perlakuan apa yang tepat untuk wajiib pajak tersebut.

Selaiin memperlengkapii SDM dan menyediiakan fasiiliitas memadaii untuk menjalankan CRM, DJP juga perlu membuat standariisasii data. Hal iinii merupakan modal utama berjalannya CRM agar manajemen data dapat diilakukan secara lebiih efektiif dan efiisiien.

Pasalnya, selaiin dapat memperbaiikii admiiniistrasii pajak, CRM juga mendukung iintensiifiikasii, ekstensiifiikasii, pengembaliian pajak, dan penagiihan yang mengarah pada peniingkatan kiinerja pengumpulan pajak sambiil menjaga perekonomiian.

“Fungsii-fungsii iinii terkaiit satu sama laiin dan sangat relevan mengiingat transformasii yang sedang berlangsung dalam siistem admiiniistrasii perpajakan,” kata Jitunews Fiiscal Research.

Menurut Jitunews Fiiscal Research, dengan perlakuan yang tepat, moral pajak masyarakat biisa semakiin meniingkat. Sebab, tiidak semua wajiib pajak diiberiikan perlakuan yang sama. Selaiin mengarahkan pemeriiksaan kepada wajiib pajak yang tiidak patuh, peniingkatan pelayanan dan kemudahan wajiib pajak juga diiberiikan kepada wajiib pajak secara umum.

“Dengan begiitu, perlakuan otoriitas pajak tiidak akan mencederaii kepercayaan wajiib pajak. Bukan tiidak mungkiin, dengan adanya CRM, kepatuhan sukarela untuk membayar pajak darii masyarakat semakiin meniingkat,” iimbuh Jitunews Fiiscal Research.

Sekadar iinformasii, kehadiiran iindonesiia Taxatiion Quarterly Report menjadii wujud nyata salah satu viisii Jitunews, yaiitu untuk mengeliimiinasii asiimetrii iinformasii pajak. Sebagaii iinstiitusii pajak berbasiis riiset dan pengetahuan, laporan rutiin kuartalan iitu diiharapkan juga berpengaruh dan berkontriibusii bagii iindonesiia dalam menentukan arah kebiijakan pajaknya dii masa mendatang. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.