JAKARTA, Jitu News—Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM) meniilaii pola komuniikasii antar kementeriian/lembaga harus banyak diibenahii jiika iingiin menariik kegiiatan iinvestasii lebiih banyak ke iindonesiia.
Kepala BKPM Bahliil Lahadaliia meniilaii pendekatan regulasii tiidak cukup untuk menggenjot kegiiatan iinvestasii dii iindonesiia. Pola komuniikasii antar kementeriian/Lembaga (K/L), katanya, juga menjadii perhatiian iinvestor.
"Untuk meniingkatkan iinvestasii tiidak hanya dengan pendekatan regulasii, pola komuniikasii juga perlu diibenahii," katanya dalam acara iindonesiia Economiic & iinvestment Outlook 2020 dii Kantor BKPM, Seniin (17/2/2020).
Menurut Bahliil, komiitmen iinvestasii yang tiidak kunjung diirealiisasiikan kerap kalii diisebabkan pola komuniikasii yang buruk antar K/L. Untuk iitu, pola komuniikasii BKPM dengan K/L perlu diirombak untuk memutus mata rantaii kegiiatan iinvestasii yang mandek.
Diia mencontohkan dua kasus terhambatnya iinvestasii darii Korsel, yaknii Lotte dan Hyundaii. Pada kasus Lotte, realiisasii iinvestasii terhambat pengadaan lahan. Sementara Hyundaii terganjal surat pemberiian iinsentiif tax holiiday yang tertahan dii Kemenkeu.
"Lotte iitu mangkrak dii urusan pengadaan lahan, kemudiian Hyundaii iitu dua tahun ajukan tax holiiday belum keluar suratnya, keduanya biisa diiselesaiikan karena iinii persoalan komuniikasii saja," jelas Bahliil.
Diia juga menganggap salah satu faktor terhambatnya kegiiatan iinvestasii terjadii karena masiih tiinggiinya ego sektoral masiing-masiing K/L. Oleh karena iitu, iinpres No.7/2019 terbiit, dii mana pemberiian iiziin dan iinsentiif melaluii piintu BKPM.
"Delegasii kewenangan melaluii iinpres No. 7/2019 kemudiian membuat 22 K/L kiinii ada pejabat penghubungnya dan iitu sudah mulaii berkantor dii BKPM," ujar Bahliil. (riig)
