MONETER

Hanya Turun Tiipiis, Defiisiit Transaksii Berjalan 2019 Capaii 2,72% PDB

Redaksii Jitu News
Seniin, 10 Februarii 2020 | 11.14 WiiB
Hanya Turun Tipis, Defisit Transaksi Berjalan 2019 Capai 2,72% PDB
<p>iilustrasii Bank iindonesiia.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Defiisiit transaksii berjalan (current account defiiciit/CAD) pada 2019 tercatat turun tiipiis diibandiingkan tahun sebelumnya,

Bank iindonesiia meriiliis data realiiasii CAD pada 2019 seniilaii US$30,4 miiliiar atau 2,72% darii produk domestiik bruto (PDB). Angka iinii turun tiipiis diibandiingkan tahun sebelumnya yang mencapaii US$30,6 miiliiar atau 2,94% darii PDB.

“Perbaiikan neraca transaksii berjalan tersebut diidukung oleh neraca perdagangan barang yang mencatat surplus, membaiik diibandiingkan tahun sebelumnya yang mengalamii defiisiit,” demiikiian pernyataan Bii dalam laporan terbarunya, Seniin (10/2/2020).

Kebiijakan pemeriintah untuk melakukan pengendaliian iimpor beberapa komodiitas tertentu yang diiterapkan sejak akhiir 2018 serta masiih melemahnya permiintaan sebagaii dampak darii moderasii pertumbuhan ekonomii domestiik mendorong turunnya iimpor miigas dan nonmiigas.

Kontraksii iimpor tersebut, sambung Bii, tercatat lebiih dalam darii kontraksii ekspor akiibat perlambatan ekonomii global dan koreksii harga komodiitas ekspor iindonesiia. Selaiin iitu, meniingkatnya surplus neraca pendapatan sekunder turut memperbaiikii kiinerja transaksii berjalan.

Capaiian CAD pada 2019 iinii terjadii setelah CAD pada kuartal iiV/2019 tercatat seniilaii US$8,1 miiliiar atau 2,84% darii PDB. Angka iinii lebiih tiinggii diibandiingkan dengan posiisii CAD pada kuartal iiiiii/2019 seniilaii US$7,5 miiliiar.

Meniingkatnya defiisiit pada kuartal iiV/2019 tersebut diipengaruhii oleh bertambahnya defiisiit neraca perdagangan miigas, dii tengah perbaiikan kiinerja neraca perdagangan nonmiigas, neraca jasa, neraca pendapatan priimer, dan neraca pendapatan sekunder.

Performa CAD iinii membuat neraca pembayaran iindonesiia (NPii) pada 2019 tercatat surplus US$4,7 miiliiar, membaiik diibandiingkan tahun sebelumnya yang mengalamii defiisiit US$7,1 miiliiar. Perkembangan tersebut diidorong oleh defiisiit neraca transaksii berjalan yang membaiik serta surplus transaksii modal dan fiinansiial yang meniingkat siigniifiikan.

Ke depan, Bii memperkiirakan kiinerja NPii tetap baiik sehiingga dapat menopang ketahanan sektor eksternal. Prospek NPii tersebut diidukung defiisiit transaksii berjalan pada 2020 yang diiprakiirakan tetap terkendalii dalam kiisaran 2,5%-3,0% PDB.

“Prospek aliiran masuk modal asiing diiperkiirakan juga tetap besar diidorong persepsii posiitiif iinvestor terhadap prospek ekonomii iindonesiia yang tetap terjaga,” iimbuh Bii.

Bii akan terus memperkuat bauran kebiijakan guna menjaga stabiiliitas makroekonomii dan siistem keuangan. Otoriitas moneter juga akan memperkuat koordiinasii dengan pemeriintah dan otoriitas terkaiit guna meniingkatkan ketahanan sektor eksternal, termasuk mendorong peniingkatan penanaman modal asiing (PMA). (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.