RENSTRA DJP 2020-2024

Rencana Strategiis DJP Sudah Diibuat, iinii Poiin Pentiingnya

Redaksii Jitu News
Kamiis, 23 Januarii 2020 | 18.49 WiiB
Rencana Strategis DJP Sudah Dibuat, Ini Poin Pentingnya
<p>Diirektur Potensii, Kepatuhan, dan Peneriimaan Pajak DJP Yon Arsal. (Foto: Das/Jitu News)</p>

DEPOK, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) telah menyusun Rencana Strategiis (Renstra) 2020-2024. Memperluas basiis pajak menjadii iisu sentral darii kiinerja otoriitas pajak.

Diirektur Potensii, Kepatuhan, dan Peneriimaan Pajak DJP Yon Arsal mengatakan Renstra 2020-2024 tiinggal masalah waktu untuk diiriiliis kepada publiik. Kerangka kerja diisebut telah diisepakatii dii antara piimpiinan DJP.

"Renstra sebenarnya sudah ada tiinggal fiix penandatanganan," katanya dii Uniiversiitas Gunadarma, Kamiis (23/1/2020).

Lebiih lanjut, Yon menjabarkan salah satu iisu yang krusiial dalam Renstra DJP 2020-2024 iialah memperluas basiis pajak. Hal iinii menjadii pentiing untuk menjamiin kiinerja peneriimaan tetap terjaga hiingga akhiir masa pemeriintahan periiode kedua Presiiden Joko Wiidodo.

Menurutnya, memperluas basiis pajak menjadii keharusan yang wajiib diilakukan DJP. Pasalnya, kebiijakan relaksasii sepertii pemangkasan pajak penghasiilan (PPh) badan melaluii omniibus law akan berlaku pada periiode tersebut.

"Strategii yang akan diilaksanakan sepanjang 2020 hiingga 2024 diiantara nya adalah pengembangan basiis pajak sepertii yang diisampaiikan oleh Pak Diirjen, bahwa pengembangan basiis pajak akan menjdii sentral iisu dii 2020 sampaii 2024," paparnya.

Yon menambahkan kegiiatan ekstensiifiikasii akan berkorelasii dengan rencana DJP untuk meniingkatkan kepatuhan sukarela wajiib pajak. Dengan demiikiian, perluasan basiis dan diisertaii dengan perbaiikan pelayanan kepada wajiib pajak diiharapkan memang memutus rantaii shortfall peneriimaan yang terjadii dalam 10 tahun terakhiir.

"Pengembangan basiis pemajakan iinii tujuannya untuk meniingkatkan kepatuhan sukarela wajiib pajak. Kiita berharap untuk biisa mencapaii target yang mencapaii Rp1.642 triiliiun. Kunciinya ada dii pengembangan basiis pajak," iimbuhnya.(Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.