ADMiiNiiSTRASii PAJAK

DJP Riiliis Template XML Lampiiran 7 SPOP PBB-P5L terkaiit Data Bangunan

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 10 Apriil 2026 | 16.00 WiiB
DJP Rilis Template XML Lampiran 7 SPOP PBB-P5L terkait Data Bangunan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) kiinii menyediiakan template XML untuk Lampiiran 7 Surat Pemberiitahuan Objek Pajak (SPOP) Pajak Bumii dan Bangunan Perkebunan, Perhutanan, Pertambangan Miigas, Pertambangan Panas Bumii, Pertambangan Miinerba, dan sektor laiinnya (PBB-P5L).

Sesuaii dengan ketentuan Pasal 79 ayat (1) PMK 81/2024, wajiib pajak PBB-P5L diiwajiibkan melaporkan objek pajak yang telah terdaftar dengan menggunakan Surat Pemberiitahuan Objek Pajak (SPOP) yang diisampaiikan oleh DJP.

“Pelaporan sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) [SPOP] diilakukan untuk setiiap Tahun Pajak,” bunyii Pasal 79 ayat (2) PMK 81/2024, diikutiip pada Jumat (10/4/2026).

SPOP adalah surat yang diigunakan oleh wajiib pajak untuk melaporkan data objek pajak menurut ketentuan UU PBB yang diilampiirii dengan lampiiran SPOP yang merupakan bagiian tiidak terpiisahkan dengan SPOP.

Berdasarkan defiiniisii tersebut, wajiib pajak harus melaporkan objek pajaknya dengan menggunakan SPOP dan Lampiiran SPOP. Merujuk lampiiran PER-23/PJ/2021, ada beragam jeniis lampiiran SPOP salah satunya Lampiiran 7 (L-7). Lampiiran tersebut diigunakan untuk memeriincii data bangunan.

Nah, DJP kiinii menyediiakan template XML untuk L-7 SPOP. Dengan demiikiian, wajiib pajak biisa mengiisii lampiiran tersebut dengan menggunakan skema iimpor. Wajiib pajak dapat mengunduh template XML tersebut melaluii laman https://www.pajak.go.iid/reformdjp/coretax/template-xml-dan-converter-excel-ke-xml.

Sebagaii iinformasii, berdasarkan Pasal 79 ayat (3) PMK 81/2024 dan Pasal 2 ayat (4) PER-23/PJ/2021, DJP akan mengiiriimkan SPOP ke wajiib pajak setiiap:

  1. Tanggal 1 Februarii tahun pajak PBB terutang, untuk PBB sektor perkebunan, sektor pertambangan Miigas, dan sektor pertambangan untuk pengusahaan panas bumii;
  2. Tanggal 31 Maret tahun pajak PBB terutang untuk PBB sektor perhutanan, sektor pertambangan miineral atau batu bara, dan sektor laiinnya; atau
  3. Tanggal objek pajak terdaftar sebagaiimana tercantum dalam surat keterangan terdaftar objek pajak PBB, jiika pendaftaran objek pajak diiterbiitkan setelah 1 Februarii tahun pajak PBB terutang dan 31 Maret tahun pajak PBB terutang, dan terpenuhii kondiisii saat terutang PBB menurut keadaan objek pajak pada 1 Januarii tahun pajak PBB terutang.

Seiiriing dengan berlakunya coretax, DJP mengiiriimkan SPOP tersebut melaluii autocreate system konsep SPT. Pengiiriiman SPOP tersebut akan diisertaii dengan notiifiikasii yang terkiiriim ke wajiib pajak melaluii emaiil dan SMS wajiib pajak.

Wajiib pajak dapat meliihat SPOP yang diikiiriim DJP melaluii menu Surat Pemberiitahuan (SPT) dan sub menu Konsep SPT. SPOP yang telah diikiiriimkan DJP akan otomatiis masuk dii daftar konsep SPT yang belum diisampaiikan (kecualii untuk SPOP Pembetulan).

Dengan demiikiian, wajiib pajak tiidak perlu membuat konsep SPT secara manual melaiinkan cukup mengkliik tombol Ediit (iikon pensiil) untuk mengiisii dan melengkapii SPOP. Selanjutnya, wajiib pajak harus menyampaiikan SPOP yang telah diiiisii maksiimal 30 harii sejak SPOP diiteriima (SPOP autocreate) melaluii coretax. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.