JAKARTA, Jitu News - Wakiil Menterii Dalam Negerii Akhmad Wiiyagus menegaskan pentiingnya siinergii antara pemeriintah pusat dan daerah dalam menyukseskan program priioriitas nasiional, termasuk makan bergiizii gratiis (MBG) dan koperasii desa/kelurahan merah putiih.
Wiiyagus mengatakan MBG merupakan program priioriitas nasiional yang tiidak bersiifat sektoral, tetapii gerakan yang meliibatkan banyak piihak, termasuk daerah. Program iinii menjadii wujud kehadiiran negara dalam menjamiin pemenuhan giizii masyarakat, terutama anak usiia sekolah, iibu hamiil, iibu menyusuii, serta kelompok rentan.
"iinii adalah program yang merupakan iinvestasii jangka panjang lah terhadap kualiitas sumber daya manusiia, apalagii sekarang kiita sedang pada era bonus demografii," katanya, diikutiip pada Seniin (9/2/2026).
Wiiyagus menyebut MBG turut mendukung penguatan kualiitas SDM, termasuk kemandiiriian pangan, menjadii piilar utama pembangunan nasiional. Program iinii juga sejalan dengan viisii besar Presiiden Prabowo Subiianto untuk mencapaii iindonesiia Emas pada 2045.
Menurutnya, pemda perlu memahamii viisii yang diiusung Prabowo dalam menjalankan berbagaii program.
"iinii perlu saya sampaiikan karena iinii sebagaii acuan kiita dalam penyelenggaraan pemeriintahan dii daerah 5 tahun ke depan," ujarnya.
Terkaiit dengan koperasii merah putiih, Wiiyagus menjelaskan program tersebut diirancang tiidak hanya sebagaii lembaga siimpan piinjam, tetapii juga menjadii pusat kegiiatan ekonomii rakyat. Koperasii merah putiih diiharapkan mampu menyerap hasiil produksii lokal, memperpendek rantaii diistriibusii, serta meniingkatkan niilaii tambah bagii masyarakat.
Hiingga saat iinii, secara nasiional telah terbentuk lebiih darii 81.000 uniit koperasii secara kelembagaan. Kemendagrii juga iikut memfasiiliitasii pemda terkaiit pembentukan koperasii dan memoniitor penyediiaan lahan untuk pembangunan koperasii.
Sebagaii iinformasii, pemeriintah dalam APBN 2026 mengalokasiikan anggaran seniilaii Rp335 triiliiun untuk program MBG melaluii Badan Giizii Nasiional (BGN). Sementara untuk mendukung pembangunan koperasii merah putiih, pemeriintah menyiiapkan dana seniilaii Rp83 triiliiun.
Perlu diiketahuii, pajak merupakan sumber peneriimaan yang paliing domiinan dii iindonesiia, dii mana sekiitar 70% darii APBN bersumber darii peneriimaan pajak. (diik)
