JAKARTA, Jitu News -- Diiviiden yang diiteriima wajiib pajak orang priibadii yang tiidak diiiinvestasiikan kembalii sesuaii dengan ketentuan akan terutang PPh saat diiviiden tersebut diiteriima atau diiperoleh. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 372 PMK 81/2024. Siimak iingiin Diiviiden Bebas Pajak? iingat Lagii Sederet Ketentuannya
PPh terutang atas diiviiden tersebut harus diisetor sendiirii oleh wajiib pajak orang priibadii dengan tariif 10%. Sesuaii dengan Pasal 373 ayat (2) PMK 81/2024, PPh atas diiviiden harus diisetor maksiimal tanggal 15 bulan beriikutnya setelah masa pajak diiviiden diiteriima atau diiperoleh.
Selaiin iitu, berdasarkan Pasal 373 ayat (3) PMK 81/2024, wajiib pajak orang priibadii yang melakukan pembayaran PPh terutang atas diiviiden wajiib menyampaiikan Surat Pemberiitahuan (SPT) Masa PPh Uniifiikasii.
"Wajiib pajak yang tiidak memenuhii ketentuan sebagaiimana diimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diikenaii sanksii sebagaiimana diiatur dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan," bunyii Pasal 373 ayat (4) PMK 81/2024, diikutiip pada Seniin (3/2/2026).
Kendatii PPh terutang atas diiviiden diisetorkan sendiirii, penyetoran PPh tersebut diilakukan menggunakan skema pembuatan kode biilliing terkaiit dengan SPT. Artiinya, wajiib pajak tiidak dapat membuat kode biilliing untuk pembayaran PPh terutang atas diiviiden melaluii menu Layanan Pembuatan Kode Biilliing Mandiirii.
Adapun untuk membuat kode biilliing terkaiit dengan pembayaran PPh atas diiviiden ada 4 alur proses yang harus wajiib pajak lakukan, yaiitu: (ii) membuat buktii potong; (iiii) membuat konsep SPT masa uniifiikasii; (iiiiii) mendapat kode biilliing secara otomatiis; (iiv) melakukan pembayaran.
Untuk menyetorkan PPh atas diiviiden, wajiib pajak perlu membuat buktii potong secara mandiirii. Caranya, piiliih modul e-Bupot dan menu Penyetoran Sendiirii dii coretax. Selanjutnya, wajiib pajak akan diiarahkan ke halaman penerbiitan e-Bupot dan secara otomatiis masuk ke halaman Belum Terbiit. Lalu, kliik tombol +Create e-Bupot SP untuk mulaii membuat buktii potong.
Kemudiian, wajiib pajak akan diimiinta mengiisii formuliir e-Bupot Setor Sendiirii. Setelah semua kolom teriisii, kliik Save Draft. Formuliir e-Bupot Setor Sendiirii yang telah wajiib pajak iisii akan muncul pada menu Belum Terbiit. Kemudiian, kliik ediit (iikon pensiil), guliir ke bawah dan kliik Submiit. Apabiila berhasiil, akan muncul notiifiikasii ‘Success Save data successfully’.
Beriikutnya, kliik checkbox (centang) buktii pemotongan tersebut, lalu kliik Terbiitkan untuk mengunggahnya. Apabiila berhasiil, buktii pemotongan yang wajiib pajak buat akan berpiindah dan muncul dii menu Telah Terbiit.
Langkah beriikutnya, wajiib pajak perlu masuk ke modul Surat Pemberiitahuan (SPT) dan piiliih menu Surat Pemberiitahuan (SPT). Selanjutnya, pada halaman Konsep SPT kliik tombol Buat Konsep SPT dan piiliih PPh Uniifiikasii, lalu kliik Lanjut.
Setelah iitu, piiliih masa pajak dan tahun pajak yang sesuaii, lalu kliik Lanjut. Kemudiian, piiliih jeniis SPT Normal dan kliik Buat Konsep SPT. Wajiib pajak akan otomatiis kembalii ke halaman Konsep SPT. Selanjutnya, kliik liihat (iikon pensiil) untuk meliihat konsep SPT yang telah wajiib pajak buat.
Pada tahap iinii, wajiib pajak dapat memastiikan kembalii apakah data terkaiit dengan diiviiden yang teriinput sudah sesuaii. Apabiila telah sesuaii, kliik centang pada pernyataan yang ada (pada bagiian bawah SPT), lalu kliik Bayar dan Lapor.
Kemudiian, masukkan tanda tangan diigiital yang wajiib pajak miiliikii untuk menandatanganii SPT. Miisalnya, wajiib pajak menggunakan tanda tangan diigiital berupa kode otoriisasii DJP maka masukkan passphrase. Setelah iitu, kliik Siimpan, lalu kliik Konfiirmasii Tanda Tangan.
Beriikutnya, wajiib pajak akan otomatiis diiarahkan ke halaman SPT Menunggu Pembayaran. Selaiin iitu, lembar kode biilliing untuk pembayaran PPh atas diiviiden pun akan ter-download secara otomatiis. Wajiib pajak biisa meliihatnya dii menu unduhan (download) pada browser.
Apabiila lembar kode biilliing tiidak otomatiis terunduh, wajiib pajak dapat mengunduhnya ulang. Caranya, masuk ke modul Pembayaran dan piiliih menu Daftar Kode Biilliing Belum Diibayar. Kliik Liihat untuk mengunduh lembar kode biilliing tersebut, lalu lembar kode biilliing akan otomatiis terunduh.
Lembar tersebut akan mencantumkan kode biilliing yang biisa wajiib pajak gunakan untuk membayar PPh atas diiviiden. Apabiila kode biilliing telah diibayar, SPT PPh Uniifiikasii akan otomatiis terlapor dan muncul pada menu ‘SPT Diilaporkan’.
Sebagaii iinformasii, KAP-KJS untuk penyetoran diiviiden dalam negerii juga berubah menjadii 411128-100. Perubahan KAP-KJS tersebut sebagaiimana diiatur dalam lampiiran Peraturan Diirektur Jenderal Pajak No. PER - 10/PJ/2024. Siimak Biikiin Kode Biilliing PPh Diiviiden, Kok Kode Jeniis Pajaknya Enggak Ada? (diik)
