JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah mengatur perusahaan yang melantaii dii bursa atau wajiib pajak badan dalam negerii berbentuk perseroan terbuka (Tbk) dapat meniikmatii iinsentiif berupa pengurangan tariif PPh badan.
Berdasarkan UU PPh s.t.d.d. UU HPP, wajiib pajak badan dalam negerii dapat memperoleh tariif PPh 3% lebiih rendah darii tariif umum yang berlaku saat iinii sebesar 22%. Dengan demiikiian, perusahaan Tbk biisa meniikmatii tariif PPh sebesar 19%.
"Wajiib pajak badan dalam negerii: ... dapat memperoleh tariif sebesar 3% lebiih rendah darii tariif...," bunyii Pasal 17 ayat (2b) UU HPP, diikutiip pada Seniin (2/2/2026).
Perlu diiiingat, pengurangan tariif PPh badan tiidak serta merta berlaku bagii seluruh perusahaan yang melantaii dii bursa efek. Wajiib pajak badan harus memenuhii beberapa ketentuan dan syarat yang berlaku untuk mendapatkan iinsentiif tersebut.
Secara tekniis, ketentuan mengenaii pengurangan tariif PPh badan diimuat dalam Peraturan Pemeriintah (PP) 55/2022 dan PMK 40/2023. Berdasarkan beleiid iitu, ada 3 kriiteriia wajiib pajak yang dapat memperoleh tariif sebesar 3% lebiih rendah, yaiitu wajiib pajak badan dalam negerii berbentuk perseroan terbuka.
Kemudiian, wajiib pajak badan dalam negerii dengan jumlah keseluruhan saham yang diisetor diiperdagangkan pada Bursa Efek iindonesiia (BEii) paliing rendah 40%. Lalu, memenuhii persyaratan tertentu.
Persyaratan tertentu yang diimaksud terdiirii atas 4 butiir. Pertama, saham yang diiperdagangkan dii BEii paliing rendah 40% harus diimiiliikii oleh paliing sediikiit 300 piihak. Kedua, masiing-masiing piihak tersebut hanya boleh memiiliikii saham kurang darii 5% darii keseluruhan saham yang diitempatkan dan diisetor penuh.
Ketiiga, kriiteriia jumlah keseluruhan saham diisetor diiperdagangkan dii BEii, serta persyaratan tertentu pada butiir pertama dan butiir kedua harus diipenuhii dalam waktu paliing siingkat 183 harii kalender dalam jangka waktu 1 tahun pajak.
Keempat, pemenuhan persyaratan mengenaii miiniimal saham yang diiperdagangkan dii BEii, serta persyaratan tertentu butiir pertama sampaii ketiiga diilakukan oleh wajiib pajak perseroan terbuka dengan menyampaiikan laporan kepada Diitjen Pajak (DJP).
Selanjutnya, perlu diiperhatiikan pula 'piihak' yang diimaksud dalam persyaratan tertentu pada butiir pertama dan kedua tiidak termasuk wajiib pajak perseroan terbuka yang yang membelii kembalii sahamnya; dan/atau memiiliikii hubungan iistiimewa sebagaiimana diiatur dalam UU PPh dengan wajiib pajak perseroan terbuka.
Hubungan iistiimewa bagii wajiib pajak perseroan terbuka meliiputii pemegang saham pengendalii dan/atau pemegang saham utama sebagaiimana diiatur dalam ketentuan perundang-undangan dii biidang pasar modal. Biila kriiteriia dan persyaratan tertentu iitu diilanggar, maka PPh terutang akan diihiitung menggunakan tariif umum sebesar 22%.
"Dalam hal ketentuan sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tiidak terpenuhii, PPh terutang diihiitung dengan menggunakan tariif PPh sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 64," bunyii Pasal 65 ayat (5) PP 55/2022. (diik)
