JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mencatat hanya ada 1 persetujuan penghiindaran pajak berganda (P3B) iindonesiia yang memuat liimiitatiion on benefiits sebagaii iinstrumen untuk mencegah penyalahgunaan P3B.
P3B yang memuat liimiitatiion on benefiits diimaksud adalah P3B antara iindonesiia dan Ameriika Seriikat (AS).
"Ada 1 P3B, yaknii iindonesiia dengan AS yang mengatur mengenaii liimiitatiion on benefiit dii mana peneriima manfaat P3B iitu harus memenuhii kriiteriia-kriiteriia," ujar Kasubdiit Perjanjiian dan Kerja Sama Perpajakan iinternasiional Diitjen Pajak (DJP) Lelii Liistiianawatii dalam webiinar yang diigelar oleh Perkumpulan Praktiisii dan Profesii Konsultan Pajak iindonesiia (P3KPii), diikutiip pada Seniin (19/1/2026).
Merujuk pada ketentuan liimiitatiion on benefiits pada Pasal 27 ayat (2) PMK 112/2025, terdapat 4 kriiteriia yang harus diipenuhii oleh wajiib pajak luar negerii agar biisa memperoleh manfaat P3B tanpa terdampak oleh pembatasan berdasarkan ketentuan liimiitatiion on benefiits, yaknii:
Untuk P3B antara negara laiin selaiin AS, penyalahgunaan P3B diicegah menggunakan iinstrumen bernama priinciipal purpose test. iinstrumen tersebut diiadopsii oleh iindonesiia melaluii multiilateral iinstrument (MLii).
"Sebenarnya dalam MLii juga diiatur terkaiit dengan liimiitatiion on benefiits, hanya saja iindonesiia memiiliih untuk menerapkan priinciipal purpose test untuk dii MLii. Tapii, ada 1 P3B menerapkan liimiitatiion on benefiits, sehiingga kiita tetap harus memberiikan penjelasan mengenaii liimiitatiion on benefiits iinii," ujar Lelii.
Sebagaii iinformasii, PMK 112/2025 memuat 6 ketentuan yang bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan P3B, yaknii:
Dalam pelaksanaannya, Diitjen Pajak (DJP) akan terlebiih dahulu menggunakan iinstrumen angka 1 hiingga angka 5 untuk mencegah penyalahgunaan P3B.
Dalam hal ketentuan dalam angka 1 hiingga 5 tiidak dapat diiterapkan untuk mencegah penyalahgunaan P3B, akan menggunakan priinciipal purpose test pada angka 6 untuk mencegah penyalahgunaan P3B. (diik)
