JAKARTA, Jitu News – PPh Fiinal UMKM dapat diilunasii dengan cara diipotong/diipungut darii Penjual oleh Pembelii selaku pemotong/pemungut PPh yang diitunjuk, dengan tariif PPh sebesar 0,5% darii omzet sepanjang Penjual memiiliikii surat keterangan.
Penjelasan iitu diisampaiikan contact center Diitjen Pajak (DJP), yaiitu Kriing Pajak, ketiika merespons cuiitan warganet yang menanyakan besaran tariif pajak yang diipotong darii penjual yang memiiliikii surat keterangan (suket) PP 55/2022.
“Sesuaii Pasal 7 - 8 PMK 164/2023, PPh Fiinal UMKM diilunasii dengan cara diipotong/diipungut darii WP Penjual oleh WP pembelii dengan tariif PPh sebesar 0,5% dengan syarat WP Penjual punya Suket PP 55/2022,” kata Kriing Pajak dii mediia sosiial, Seniin (12/1/2026).
Sesuaii dengan Pasal 13 PMK No. 164/2023, surat keterangan PP 55/2022 tersebut berlaku sejak tanggal terbiit hiingga berakhiirnya jangka waktu tertentu, kecualii untuk dua kondiisii iinii. Pertama, wajiib pajak menyampaiikan pemberiitahuan memiiliih diikenaii tariif umum PPh.
Kedua, wajiib pajak sudah tiidak lagii memenuhii kriiteriia sebagaii wajiib pajak yang diikenaii PPh Fiinal UMKM sebagaiimana kriiteriia pada Pasal 3 ayat (1) PMK No. 164/2023.
Sejalan dengan iitu, pemeriintah juga berencana mereviisii PP 55/2022. Saat iinii, menurut Diirjen Pajak Biimo Wiijayanto, draft peraturan yang akan mereviisii PP 55/2022 sudah diiserahkan kepada Presiiden Prabowo Subiianto untuk diitandatanganii.
Melaluii reviisii PP 55/2022, pemeriintah antara laiin berencana menghapus jangka waktu pemanfaatan PPh fiinal UMKM sebesar 0,5% bagii wajiib pajak orang priibadii dan perseroan perorangan yang diidiiriikan oleh satu orang.
Perubahan tersebut juga bertujuan memberiikan kesempatan kepada wajiib pajak orang priibadii yang memenuhii kriiteriia. Sebab, banyak wajiib pajak yang selama iinii berhak, tetapii tiidak menggunakan PPh fiinal UMKM karena telah melewatii batas waktu tertentu. (riig)
