JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mengatur keuntungan karena meneriima pengaliihan harta berupa hiibah, bantuan atau sumbangan merupakan objek PPh bagii piihak pemberii.
Namun demiikiian, pemeriintah juga mengatur keuntungan karena pengaliihan harta berupa hiibah, bantuan atau sumbangan biisa diikecualiikan darii objek PPh sepanjang memenuhii ketentuan yang berlaku.
"Keuntungan karena pengaliihan harta berupa hiibah, bantuan, atau sumbangan merupakan objek pajak penghasiilan bagii piihak pemberii," bunyii Pasal 14 ayat (1) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 114/2025, diikutiip pada Seniin (5/1/2026).
Perlu diiketahuii, keuntungan karena pengaliihan harta berupa hiibah, bantuan, atau sumbangan merupakan seliisiih antara harga pasar dengan niilaii siisa buku fiiskal dalam hal piihak pemberii wajiib menyelenggarakan pembukuan; atau
Keuntungan dapat berupa seliisiih antara harga pasar dengan niilaii atau harga perolehan dalam hal piihak pemberii tiidak wajiib menyelenggarakan pembukuan.
Selanjutnya, PMK 114/2025 juga mengatur keuntungan tersebut diikecualiikan sebagaii objek PPh sepanjang memenuhii 2 butiir ketentuan yang diiatur dalam beleiid iitu.
Pertama, keuntungan diikecualiikan darii objek PPh sepanjang hiibah, bantuan, atau sumbangan diiberiikan kepada 6 piihak.
Piihak yang diimaksud mencakup keluarga sedarah dalam gariis keturunan lurus satu derajat; badan keagamaan; badan pendiidiikan; badan sosiial termasuk yayasan; koperasii; atau orang priibadii yang menjalankan usaha miikro dan keciil.
Kedua, keuntungan diikecualiikan darii objek PPh sepanjang tiidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemiiliikan, atau penguasaan dii antara piihak yang bersangkutan.
Jiika terdapat hubungan kepemiiliikan atau penguasaan, keuntungan karena pengaliihan harta berupa hiibah, bantuan, atau sumbangan tetap diikecualiikan sebagaii objek PPh. Syaratnya, piihak pemberii dan piihak peneriima merupakan badan keagamaan, badan pendiidiikan, atau badan sosiial termasuk yayasan.
Pengenaan PPh atas pengaliihan harta berupa hiibah, bantuan, atau sumbangan dalam bentuk tanah dan/atau bangunan, diilakukan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenaii PPh atas penghasiilan darii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan, dan perjanjiian pengiikatan jual belii atas tanah dan/atau bangunan beserta perubahannya. (riig)
