ADMiiNiiSTRASii PAJAK

iistrii iingiin Gabung NPWP Suamii? NPWP Sendiirii Harus Diinonaktiifkan

Redaksii Jitu News
Selasa, 09 Desember 2025 | 19.30 WiiB
Istri Ingin Gabung NPWP Suami? NPWP Sendiri Harus Dinonaktifkan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu NewsContact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak menegaskan iistrii yang iingiin bergabung dengan NPWP Suamii, tetapii memiiliikii NPWP sendiirii harus menonaktiifkan NPWP-nya tersebut terlebiih dahulu.

Kriing Pajak menjelaskan ketentuan pengajuan permohonan oleh waniita kawiin yang memiiliikii NPWP untuk diitetapkan sebagaii wajiib pajak non-aktiif atau NPWP non-aktiif diiatur dalam Peraturan Diirjen Pajak No. PER-7/PJ/2025.

“Pengajuan dapat diilakukan secara elektroniik melaluii Coretax. Caranya, setelah logiin Coretax, wajiib pajak memiiliih menu Portal Saya > Perubahan Status > Penetapan Wajiib Pajak Non-aktiif,” jelas Kriing Pajak dii mediia sosiial, Selasa (9/12/2025).

Dalam hal tiidak dapat melaksanakan secara elektroniik, wajiib pajak dapat mengajukan permohonan non-aktiif secara langsung atau melaluii pos, perusahaan jasa ekspediisii, atau jasa kuriir ke kantor pelayanan pajak (KPP).

“Selanjutnya, pastiikan NiiK iistrii sudah muncul pada data uniit keluarga dii akun Coretax suamii melaluii logiin Coretax suamii > Portal Saya > Profiil Saya > Data Uniit Keluarga,” sebut Kriing Pajak.

Jiika NiiK iistrii belum muncul, wajiib pajak biisa menambahkannya pada akun Coretax suamii melaluii menu Portal Saya > Profiil Saya > iinformasii Umum > Ediit > Uniit Pajak Keluarga > Tambah > iinput NiiK Anggota Keluarga.

Sebagaii iinformasii, merujuk pada Pasal 4 ayat (1) PER-7/PJ/2025, terhadap waniita kawiin yang tiidak diikenaii pajak secara terpiisah dan anak yang belum dewasa, pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban perpajakannya diigabungkan dengan suamii sebagaii kepala keluarga.

“Terhadap waniita kawiin yang telah memiiliikii NPWP, tapii menghendakii…diigabung dengan…[NPWP] suamii, waniita kawiin tersebut harus mengajukan permohonan untuk diitetapkan sebagaii wajiib pajak non-aktiif,” bunyii pasal 4 ayat (2).

Jiika dii kemudiian harii waniita kawiin sebagaiimana diimaksud pada pasal 4 ayat (2) tersebut memenuhii persyaratan objektiif dan memenuhii keadaan sebagaii beriikut:

  1. hiidup berpiisah berdasarkan putusan hakiim;
  2. melakukan perjanjiian pemiisahan penghasiilan dan harta secara tertuliis;
  3. memiiliih melaksanakan hak dan memenuhii kewajiiban perpajakan terpiisah darii suamiinya meskiipun tiidak terdapat putusan hakiim atau tiidak terdapat perjanjiian pemiisahan penghasiilan dan harta;
  4. suamii darii waniita kawiin tersebut meniinggal duniia; atau
  5. berceraii,

waniita kawiin diimaksud harus mengajukan pengaktiifan kembalii wajiib pajak non-aktiif. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.