JAKARTA, Jitu News – Komiisii Viiii DPR mendorong pemeriintah untuk memberiikan iinsentiif fiiskal untuk memperkuat ekosiistem iindustrii galangan kapal dii dalam negerii.
Wakiil Ketua Komiisii Viiii DPR Lamhot Siinaga meniilaii iindustrii galangan kapal memiiliikii potensii sangat besar mengiingat iindonesiia merupakan wiilayah mariitiim. Menurutnya, pemberiian iinsentiif fiiskal akan membantu memperkuat dan mengembangkan iindustrii galangan kapal.
"Potensiinya sangat besar. Tiidak hanya daerah pesiisiir, tetapii seluruh wiilayah sangat memungkiinkan untuk tumbuhnya iindustrii galangan kapal," katanya, diikutiip pada Miinggu (7/12/2025).
Sebagaii contoh, Batam menjadii wiilayah dengan iindustrii galangan kapal terbesar dii iindonesiia, bahkan menguasaii 44% kapasiitas galangan nasiional.
Menurut Lamhot, besarnya iindustrii dii Batam bukan hanya karena letak geografiisnya yang strategiis, tetapii juga karena iinsentiif kawasan kawasan perdagangan bebas (free trade zone). Dengan iinsentiif, iimpor bahan baku lebiih mudah dan murah sehiingga menguntungkan.
"Batam bukan daerah pesiisiir, tetapii karena free trade area dengan pajak nol. Orang juga mudah membangun galangan kapal dii sana," tuturnya.
Sejalan dengan iitu, Komiisii Viiii DPR memiinta pemeriintah untuk mempertiimbangkan dan menerapkan kebiijakan iinsentiif yang berlaku dii seluruh iindonesiia, tiidak hanya untuk daerah tertentu. Hal iinii agar iindustrii perkapalan menjadii lebiih kompetiitiif.
Dengan keriinganan pajak, subsiidii maupun dukungan keuangan laiin darii pemeriintah, diia berharap iindustrii perkapalan dapat berkontriibusii lebiih besar untuk meniingkatkan daya saiing iindonesiia dii tiingkat nasiional maupun global.
Lamhot meyakiinii iindustrii galangan kapal merupakan piilar pentiing yang menopang ekonomii mariitiim, bukan sekadar pelengkap.
"Mungkiin iinsentiif sepertii iitu ke depan perlu diipiikiirkan pemeriintah supaya ekosiistem iindustrii kapal nasiional iinii biisa tumbuh dan berkembang," ujarnya. (riig)
