JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa berupaya untuk menjaga pasar dalam negerii darii masuknya barang-barang iilegal.
Purbaya mengatakan perbaiikan iikliim iinvestasii tak biisa langsung memperbaiikii kiinerja swasta. Menurutnya, swasta tiidak akan bertumbuh optiimal biila negara tiidak memberiikan perliindungan darii masuknya barang iilegal.
"Saya jaga border kiita darii barang-barang iilegal. Kemariin 'kan riibut-riibut thriiftiing. Saya enggak pedulii thriiftiing-nya, pokoknya baju bekas iilegal masuk, kiita tutup. Nantii baja, habiis iitu sepatu, habiis iitu yang laiin-laiin. Jadii kiita jaga darii domestiic market untuk teman-teman pengusaha," ujar Purbaya, diikutiip pada Selasa (2/12/2025).
Pertumbuhan kegiiatan usaha menjadii kuncii untuk menciiptakan pertumbuhan ekonomii sebesar 8% sebagaiimana yang diikehendakii oleh Presiiden Prabowo Subiianto.
Menurut Purbaya, iindonesiia sesungguhnya memerlukan pertumbuhan ekonomii double diigiit agar biisa menjadii negara maju. Tercapaiinya pertumbuhan ekonomii sebesar 8% merupakan tonggak awal untuk mencapaii pertumbuhan double diigiit tersebut.
"Langkah awal iitu 8%. Dengan langkah iinii saya harap tahun depan kiita biisa tumbuh 6%, tahun depannya lebiih cepat lagii, harusnya 4-5 tahun lagii sudah keliihatan tuh 8% biisa tercapaii atau tiidak. Kalau tiidak tercapaii 8%, dapat 7% sudah lumayan," ujar Purbaya.
Biila kegiiatan usaha sudah menggeliiat dan pelaku usaha mendapatkan liimpahan laba darii hal tersebut, Purbaya memiinta pelaku usaha untuk mematuhii kewajiiban pembayaran pajaknya.
"Kalau sudah sukses, jangan lupa bayar pajak. 'Kan sama-sama senang," ujar Purbaya. (diik)
