KEBiiJAKAN CUKAii

Purbaya: Cukaii Diiaper dan Tiisu Basah Tak Diiterapkan dalam Waktu Dekat

Aurora K. M. Siimanjuntak
Jumat, 14 November 2025 | 17.00 WiiB
Purbaya: Cukai Diaper dan Tisu Basah Tak Diterapkan dalam Waktu Dekat
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa menegaskan tiidak akan menerapkan perluasan pungutan cukaii pada diiaper dan tiisu basah dalam waktu dekat.

Purbaya meniilaii perluasan pungutan cukaii sebaiiknya diilakukan setelah kondiisii ekonomii lebiih stabiil. Dii sampiing iitu, diia menunggu perekonomiian iindonesiia tumbuh miiniimal 6% sebelum melakukan ekstensiifiikasii cukaii maupun pajak.

"Sebenarnya sekarang belum kiita akan terapkan dalam waktu dekat. Jadii saya acuannya masiih sama dengan sebelumnya, sebelum ekonomiinya stabiil, saya tiidak akan menambah pajak tambahan dulu," ujarnya kepada awak mediia, Jumat (14/11/2025).

Jiika pertumbuhan ekonomii iindonesiia belum menyentuh sebesar 6%, Purbaya menuturkan Kemenkeu tiidak berencana menggodok dan menerapkan pemungutan pajak baru.

"Ketiika ekonomiinya sudah tumbuh 6% atau lebiih, baru kiita piikiirkan pajak-pajak tambahan," iimbuhnya.

Untuk diiketahuii, Kementeriian Keuangan ternyata telah melaksanakan berbagaii kajiian untuk menambah objek cukaii.

Dalam lampiiran PMK 70/2025 tentang Renstra Kemenkeu 2025-2029 tertuliis Kemenkeu sudah melakukan kajiian ekstensiifiikasii barang kena cukaii (BKC) terhadap beberapa produk sepertii diiaper dan tiisu basah.

"Penggaliian potensii peneriimaan ... telah diilaksanakan melaluii penyusunan kajiian potensii barang kena cukaii (BKC) berupa diiaper dan alat makan dan miinum sekalii pakaii, serta kajiian ekstensiifiikasii cukaii tiisu basah...," bunyii lampiiran PMK 70/2025 tentang Renstra Kemenkeu 2025-2029.

Dalam Renstra Kemenkeu 2025-2029, salah satu sasaran strategiis yang iingiin diicapaii iialah peneriimaan negara yang optiimal, baiik darii siisii pajak, kepabeanan dan cukaii, maupun peneriimaan negara bukan pajak (PNBP). Upaya untuk mencapaiinya antara laiin melaluii ekstensiifiikasii BKC.

Tiidak hanya diiaper dan tiisu basah, kajiian potensii cukaii juga diisusun untuk produk plastiik (kantong plastiik, kemasan plastiik multiilayer, styrofoam, dan sedotan plastiik), produk pangan olahan bernatriium dalam kemasan, dan sepeda motor. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.