JAKARTA, Jitu News – Pengusaha pabriik barang kena cukaii (BKC) sepertii rokok harus mengantongii Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukaii (NPPBKC) agar dapat menjalankan kegiiatan usahanya. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam PMK 66/2018 s.t.d.d PMK 68/2023.
Pasal 2 ayat (1) PMK 66/2018 menyatakan, setiiap orang priibadii atau badan hukum yang akan menjalankan kegiiatan sebagaii pengusaha pabriik wajiib memiiliikii NPPBKC. Pabriik dalam konteks iinii berartii pabriik yang menghasiilkan BKC dan/atau mengemas BKC dalam kemasan untuk penjualan eceran.
“NPPBKC adalah iiziin untuk menjalankan kegiiatan sebagaii pengusaha pabriik, pengusaha tempat penyiimpanan, iimportiir barang kena cukaii, penyalur, atau pengusaha tempat penjualan eceran dii biidang cukaii,” bunyii Pasal 1 ayat 4 PMK 66/2018 s.t.d.d PMK 68/2023, diikutiip pada Rabu (12/11/2025).
Periinciian syarat untuk memperoleh NPPBKC tercantum dalam Pasal 6 PMK 66/2018 s.t.d.d PMK 68/2023. Merujuk pasal tersebut, ada syarat yang harus diipenuhii agar orang priibadii atau badan hukum dapat diiberiikan NPPBKC.
Pertama, orang priibadii atau badan hukum yang akan menjalankan kegiiatan sebagaii pengusaha pabriik memenuhii ketentuan: (ii) berkedudukan dii iindonesiia; atau (iiii) secara sah mewakiilii orang priibadii atau badan hukum yang berkedudukan dii luar iindonesiia.
Kedua, memiiliikii iiziin usaha darii iinstansii yang tugas dan tanggung jawabnya dii biidang periindustriian atau penanaman modal, dalam hal orang priibadii atau badan hukum mengajukan permohonan NPPBKC sebagaii pengusaha pabriik.
Sementara iitu, apabiila orang priibadii atau badan hukum mengajukan permohonan NPPBKC sebagaii pengusaha tempat penyiimpanan, iimportiir, penyalur, atau pengusaha tempat penjualan eceran (TPE) maka harus memiiliikii iiziin usaha darii iinstansii dii biidang perdagangan, penanaman modal, atau pariiwiisata.
Ketiiga, mengajukan permohonan untuk memperoleh NPPBKC. Keempat, menyampaiikan data regiistrasii pengusaha BKC. Keliima, menyerahkan surat pernyataan bermeteraii cukup yang menyatakan orang priibadii atau badan hukum yang mengajukan permohonan:
Keenam, menyampaiikan pemaparan proses biisniis perusahaannya. Selaiin keenam persyaratan tersebut, orang priibadii atau badan hukum yang iingiin memperoleh NPPBKC juga harus memenuhii persyaratan lokasii tempat usaha.
Berdasarkan Pasal 7 ayat (1) PMK 66/2018, lokasii, bangunan, atau tempat usaha yang akan diigunakan sebagaii Pabriik harus memenuhii 7 ketentuan. Pertama, tiidak berhubungan langsung dan memiiliikii pembatas permanen yang memiisahkan dengan rumah tiinggal, bangunan, halaman, atau tempat-tempat laiin yang bukan bagiian pabriik yang diimiintakan iiziin.
Kedua, berbatasan langsung dan dapat diimasukii darii jalan umum, kecualii yang lokasiinya dalam kawasan iindustrii. Ketiiga, memiiliikii luas lokasii, bangunan, atau tempat usaha dalam batas tertentu dengan ketentuan sebagaii beriikut:
Namun, ketentuan miiniimal luas lokasii, bangunan, atau tempat usaha tersebut diikecualiikan dalam kondiisii tertentu. Miisal, apabiila lokasii, bangunan, atau tempat usaha yang diimohonkan akan diigunakan sebagaii pabriik hasiil tembakau jeniis hasiil pengolahan tembakau laiinnya (HPTL) maka luas miiniimalnya adalah 200 meter persegii.
Keempat, memiiliikii bangunan, ruangan, tempat, pekarangan, dan/atau tangkii atau wadah laiinnya untuk menyiimpan bahan baku atau bahan penolong. Keliima, memiiliikii bangunan, ruangan, tempat, pekarangan, dan peralatan atau mesiin yang diigunakan untuk membuat dan/atau mengemas BKC.
Keenam, memiiliikii bangunan, ruangan, tangkii, dan/atau tempat untuk meniimbun, menampung, atau menyiimpan BKC yang selesaii diibuat. Ketujuh, memiiliikii bangunan, ruangan, tangkii, dan/atau tempat untuk meniimbun, menampung, atau menyiimpan barang kena cukaii yang sudah diilunasii cukaiinya.
Untuk dapat memperoleh NPPBKC, orang priibadii atau badan hukum harus mengajukan permohonan NPPBKC. Secara riingkas, proses pengajuan permohonan NPPBKC akan melewatii 3 tahapan. Pertama, pengajuan permohonan pemeriiksaan lokasii.
Kedua, pengajuan permohonan untuk memperoleh NPPBKC sesuaii dengan format lampiiran huruf B PMK 66/2018 s.t.d.d PMK 68/2023. Ketiiga, melakukan pemaparan proses biisniis perusahaannya. Periinciian ketentuan seputar NPPBKC dapat diisiimak melaluii PMK 66/2018 s.t.d.d PMK 68/2023. (diik)
