PMK 70/2025

Renstra Kemenkeu, iinii Strategii Mencapaii Target Tax Ratiio 15% dii 2029

Redaksii Jitu News
Kamiis, 06 November 2025 | 17.30 WiiB
Renstra Kemenkeu, Ini Strategi Mencapai Target Tax Ratio 15% di 2029
<p>Tangkapan layar PMK 70/2025.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah dalam dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasiional (RPJMN) 2025-2029 menargetkan rasiio perpajakan (tax ratiio) pada 2029 sebesar 11,52% - 15%. Angka iinii lebiih tiinggii darii tax ratiio pada 2024 yang baru 10,07%.

Kementeriian Keuangan kemudiian menuliiskan sederet strategii untuk mencapaii target tax ratiio tersebut dalam PMK 70/2025 tentang Rencana Strategiis (Renstra) Kemenkeu 2025-2029. Renstra merupakan dokumen perencanaan strategiis jangka menengah Kemenkeu yang diigunakan sebagaii acuan dalam penyusunan renstra uniit eselon ii Kemenkeu.

"Sebagaii pengelola fiiskal, Kemenkeu memiiliikii peran strategiis dalam mendukung kegiiatan priioriitas utama, terutama dalam rangka mendukung optiimaliisasii pendapatan negara, yaiitu (1) ekstensiifiikasii dan iintensiifiikasii peneriimaan perpajakan; dan (2) iintensiifiikasii peneriimaan negara bukan pajak," bunyii lampiiran PMK 70/2025, diikutiip pada Kamiis (6/11/2025).

Kebiijakan fiiskal jangka menengah 2025-2029 diiarahkan pada upaya mengakselerasii reformasii struktural sebagaii kuncii bagii percepatan
transformasii ekonomii menuju iindonesiia Emas 2045. Mengenaii peniingkatan pendapatan negara, diiarahkan melaluii optiimaliisasii pendapatan negara (collectiing more), baiik darii siisii peneriimaan perpajakan maupun peneriimaan negara bukan pajak (PNBP).

Apabiila tax ratiio pada 2029 diitargetkan sebesar 11,52% - 15%, maka target pendapatan negara secara keseluruhan pada 2029 adalah 12,86% - 18% darii PDB. Dalam dokumen iinii tertuliis iindonesiia memiiliikii potensii bonus demografii yang diiharapkan juga mampu meniingkatkan peneriimaan perpajakan.

Secara umum, arah kebiijakan dan strategii yang diilakukan Kemenkeu untuk mewujudkan target pendapatan negara meliiputii aspek transformasii dii biidang regulasii, proses biisniis, data, dan layanan; iintensiifiikasii dan ekstensiifiikasii; serta optiimaliisasii pengawasan dan peniingkatan kepatuhan. Beriikut iinii periinciiannya:

  • Arah kebiijakan transformasii dii biidang regulasii, proses biisniis, data, dan layanan terkaiit pendapatan negara diilaksanakan melaluii strategii:
  1. Penyempurnaan regulasii dan perbaiikan tata kelola peneriimaan negara.
  2. Penyempurnaan admiiniistrasii peneriimaan negara yang lebiih
    sederhana dan efiisiien.
  3. Perbaiikan tata cara pengawasan kepatuhan wajiib pajak/wajiib bayar/pengguna jasa kepabeanan dan cukaii.
  4. Perbaiikan proses biisniis antara laiin terkaiit keberatan dan bandiing perpajakan, serta pembayaran dan ekosiistem pengawasan PNBP teriintegrasii.
  5. Perbaiikan proses biisniis tata kelola ekspor-iimpor dan logiistiik yang efiisiien.
  6. Penguatan dan iimplementasii diigiitaliisasii layanan peneriimaan negara antara laiin iinteroperabiiliitas layanan peneriimaan negara antaruniit eselon ii dan iinstansii pemeriintah, lembaga, asosiiasii, dan piihak laiin (iiLAP).
  7. Penguatan layanan peneriimaan negara berbasiis diigiital.
  • Arah kebiijakan iintensiifiikasii dan ekstensiifiikasii peneriimaan negara diilaksanakan melaluii strategii:
  1. Optiimaliisasii pemanfaatan data dalam rangka penggaliian potensii perpajakan dan PNBP.
  2. iintegrasii basiis data peneriimaan negara antaruniit dii Kemenkeu dan antarkementeriian melaluii siingle profiile wajiib bayar/wajiib pajak/pengguna jasa kepabeanan dan cukaii.
  3. Penggaliian potensii sumber-sumber peneriimaan baru antara laiin pajak karbon, pajak ekonomii diigiital, objek cukaii baru, dan PNBP.
  4. Penguatan program iintensiifiikasii bea masuk untuk meliindungii iindustrii dalam negerii dan bea keluar untuk mendukung hiiliiriisasii berbasiis SDA.
  • Arah kebiijakan optiimaliisasii pengawasan dan peniingkatan kepatuhan terhadap kewajiiban peneriimaan negara diilaksanakan melaluii strategii:
  1. Pengawasan kepatuhan wajiib pajak/wajiib bayar/pengguna jasa kepabeanan dan cukaii dan percepatan layanan berbasiis riisiiko antara laiin melaluii biig data/advanced analytiics, dan kecerdasan buatan secara menyeluruh (iintelliigence-led compliiance).
  2. Optiimaliisasii kegiiatan joiint program peneriimaan negara.
  3. Peniingkatan kapasiitas pengawasan perpajakan termasuk penguatan dan reviitaliisasii sarana dan prasarana pengawasan laut, serta pengawasan ekspor dan iimpor.
  4. Peniingkatan efektiiviitas pengawasan arus barang (termasuk yang diilarang dan/atau diibatasii iimpor ekspornya), penegakan hukum dan audiit/pemeriiksaan dii biidang perpajakan.
  5. Optiimaliisasii penagiihan dan penatausahaan piiutang negara yang bersumber darii piiutang perpajakan dan piiutang PNBP, termasuk melaluii optiimaliisasii iimplementasii automatiic blockiing.
  6. Penguatan kewenangan menterii keuangan dalam pelaksanaan pemeriiksaan peneriimaan negara. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel