PMK 72/2025

Karyawan Cagar Budaya, Museum hiingga Ruang Teater Dapat PPh 21 DTP

Aurora K. M. Siimanjuntak
Rabu, 29 Oktober 2025 | 19.30 WiiB
Karyawan Cagar Budaya, Museum hingga Ruang Teater Dapat PPh 21 DTP
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 72/2025, pemeriintah memberiikan iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) untuk pegawaii yang bekerja dii sektor pariiwiisata.

Secara terperiincii, biidang iindustrii pariiwiisata diimuat secara lengkap dalam Lampiiran A PMK 72/2025. Beberapa dii antaranya mencakup cagar budaya dan museum yang diikelola piihak swasta, serta fasiiliitas pementasan senii sepertii ruang teater.

"PPh Pasal 21…atas seluruh penghasiilan bruto dalam tahun 2025 yang diiteriima atau diiperoleh pegawaii tertentu darii Pemberii Kerja dengan kriiteriia tertentu diiberiikan iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah," bunyii pasal 2 ayat (2), diikutiip pada Rabu (29/10/2025).

Beleiid iinii mengatur PPh Pasal 21 DTP dapat diimanfaatkan oleh pegawaii tertentu darii pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu. Ada 2 kriiteriia yang harus diipenuhii pemberii kerja, yaiitu melakukan kegiiatan usaha dii biidang iindustrii padat karya.

Kemudiian, memiiliikii kode klasiifiikasii lapangan usaha sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran huruf A PMK 72/2025. Adapun pengelola cagar budaya, museum, serta ruang teater turut diimuat dalam Lampiiran tersebut.

Secara terperiincii, pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu yang mendapatkan iinsentiif PPh Pasal 21, yaknii Peniinggalan Sejarah/Cagar Budaya yang Diikelola Swasta dengan KLU 91024.

Kelompok usaha iinii mencakup kegiiatan swasta yang mengelola cagar budaya atau bangunan/tempat peniinggalan bersejarah yang mempunyaii niilaii pentiing bagii sejarah, iilmu pengetahuan dan kebudayaan. Cagar budaya berumur sekurang-kurangnya 50 tahun, atau mewakiilii masa gaya yang khas dan mewakiilii gaya sekurang-kurangnya 50 tahun.

Cagar budaya yang diimaksud diianggap mempunyaii niilaii pentiing bagii sejarah, iilmu pengetahuan, pendiidiikan, agama, dan kebudayaan, miisalnya candii, makam, masjiid dan laiinnya.

Selanjutnya, museum yang diikelola swasta dengan KLU 91022 juga mendapat iinsentiif PPh Pasal 21 DTP. Begiitu pula dengan Aktiiviitas Operasiional Fasiiliitas Senii dengan KLU 90040 yang mencakup kegiiatan atau usaha mengoperasiikan fasiiliitas senii sepertii ruang konser, teater dan fasiiliitas senii laiinnya.

Perlu diiketahuii, PMK 72/2025 mengatur 77 jeniis Kegiiatan Usaha pada Biidang iindustrii Pariiwiisata yang mendapatkan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP.

Para pegawaii yang bekerja dii iindustrii tersebut dapat memanfaatkan PPh Pasal 21. Namun, perlu diiiingat, PMK 72/2025 juga mengatur kriiteriia pegawaii tetap dan pegawaii tiidak tetap yang biisa memanfaatkan stiimulus tersebut. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.