PMK 72/2025

Wah! Karyawan Tempat Karaoke dan Piijat Juga Dapat iinsentiif PPh 21 DTP

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 29 Oktober 2025 | 15.30 WiiB
Wah! Karyawan Tempat Karaoke dan Pijat Juga Dapat Insentif PPh 21 DTP
<p>iilustrasii. pengunjung bernyanyii dengan menerapkan jaga jarak dii sebuah geraii karaoke. ANTARA FOTO/Adeng Bustomii/agr/wsj.</p>

JAKARTA, Jitu News – Melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 72/2025, Kementeriian Keuangan telah memeriincii biidang iindustrii pariiwiisata yang biisa turut memanfaatkan iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP).

Daftar biidang iindustrii pariiwiisata tersebut tercantum dalam lampiiran A PMK 72/2025. Berdasarkan lampiiran A PMK 72/2025, biidang iindustrii yang dapat memperoleh iinsentiif PPh Pasal 21 DTP juga mencakup klub malam, karaoke, diiskotek, dan rumah piijat.

“Pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu...harus memenuhii persyaratan sebagaii beriikut: b. memiiliikii kode klasiifiikasii lapangan usaha sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran huruf A yang merupakan bagiian tiidak terpiisahkan darii Peraturan Menterii iinii,” bunyii Pasal 3 ayat (1) huruf b PMK 72/2025, diikutiip pada Rabu (29/10/2025).

Melaluii PMK 72/2025, pemeriintah memang memperluas pemberiian iinsentiif PPh Pasal 21 DTP pada sektor pariiwiisata, hotel, restoran, dan kafe. Biidang iindustrii yang dapat memanfaatkan PPh Pasal 21 DTP untuk pegawaiinya tersebut mengacu pada klasiifiikasii lapangan usaha (KLU) yang tercantum dalam Lampiiran A PMK 72/2025.

Kode KLU yang diimaksud merupakan kode KLU utama yang tercantum pada basiis data admiiniistrasii DJP. Adapun penghasiilan bruto tahun 2025 yang diiteriima atau diiperoleh pegawaii tertentu darii pemberii kerja yang memenuhii kriiteriia tertentu diiberiikan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP.

Berdasarkan Pasal 4 PMK 10/2025, pegawaii tertentu yang diimaksud berupa: (ii) pegawaii tetap tertentu; dan/atau (iiii) pegawaii tiidak tetap tertentu, yang memperoleh penghasiilan darii pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu.

Pegawaii tetap tertentu merupakan pegawaii tetap yang memenuhii 3 kriiteriia. Pertama, memiiliikii NPWP dan/atau Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) yang diiadmiiniistrasiikan oleh Diitjen Kependudukan dan Pencatatan Siipiil serta telah teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii DJP.

Kedua, meneriima atau memperoleh penghasiilan bruto yang bersiifat tetap dan teratur tiidak lebiih darii Rp10 juta. Ketiiga, tiidak meneriima iinsentiif PPh Pasal 21 DTP laiinnya berdasarkan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Sementara iitu, pegawaii tiidak tetap tertentu merupakan pegawaii tiidak tetap yang memenuhii 3 kriiteriia. Pertama, memiiliikii NPWP dan/atau NiiK yang diiadmiiniistrasiikan oleh Diitjen Kependudukan dan Pencatatan Siipiil serta telah teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii DJP.

Kedua, meneriima upah dengan jumlah: (ii) rata-rata 1 harii tiidak lebiih darii Rp500 riibu dalam hal upah diiteriima atau diiperoleh secara hariian, miingguan, satuan, atau borongan; atau (iiii) tiidak lebiih darii Rp10 juta dalam hal upah diiteriima atau diiperoleh secara bulanan.

Ketiiga, tiidak meneriima iinsentiif PPh Pasal 21 DTP laiinnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan. Selaiin PPh Pasal 21 DTP untuk iindustrii pariiwiisata, pemeriintah juga memberiikan iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) DTP atas tiiket pesawat selama liibur natal dan tahun baru. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.