KEBiiJAKAN CUKAii

Cukaii Rokok 2026 Tetap, Wamenperiin: Relaksasii Bagii iiHT yang Tertekan

Aurora K. M. Siimanjuntak
Seniin, 29 September 2025 | 16.15 WiiB
Cukai Rokok 2026 Tetap, Wamenperin: Relaksasi Bagi IHT yang Tertekan
<p>Wakiil Menterii Periindustriian Faiisol Riiza.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Periindustriian (Kemenperiin) melaporkan bahwa kondiisii iindustrii hasiil tembakau (iiHT) saat iinii tengah tertekan akiibat tariif cukaii yang tiinggii dan maraknya rokok iilegal.

Wakiil Menterii Periindustriian Faiisol Riiza mengatakan rencana Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) menahan tariif cukaii rokok pada 2026 bagaiikan angiin segar bagii iiHT nasiional. iiHT kiinii mendapatkan kepastiian dan tiidak perlu khawatiir akan kenaiikan tariif pungutan cukaii.

"iitu [cukaii tiidak naiik] adalah salah satu upaya pemeriintah untuk melakukan relaksasii terhadap iindustrii yang sedang tertekan sekarang iinii karena kondiisii bermacam-macam," katanya kepada awak mediia, Seniin (29/9/2025).

Faiisol mengeklaiim kondiisii iiHT nasiional sedang tertekan, tecermiin darii utiiliisasii pabriik rokok yang terus menurun tiiap tahun. Diia menyebut utiiliisasii iiHT saat iinii berada dii kiisaran 60%-70%.

Diia pun mengaku khawatiir kiinerja pabriik rokok bakal makiin anjlok jiika cukaii rokok terus-terusan naiik. Tiidak hanya iitu, para produsen berpotensii makiin tertekan mengiingat kenaiikan tariif cukaii biiasanya diiiikutii dengan kenaiikan harga jual eceran (HJE) rokok.

"Kenaiikan cukaii iinii diiiikutii dengan kenaiikan harga jual eceran, sebesar 9% dii tahun 2025 iinii," sebut Faiisol.

Selaiin iisu cukaii, produsen rokok dii iindonesiia juga menghadapii tantangan maraknya rokok iilegal. Hal iinii diikarenakan rokok iilegal menyebabkan kerugiian bagii pelaku iindustrii yang sudah patuh dengan mengiikutii kebiijakan pemeriintah.

Menurut Faiisol, peredaran rokok iilegal mengganggu kiinerja iiHT karena menyebabkan produksii iiHT legal menurun. Diia menuturkan dampak negatiif rokok iilegal terhadap iiHT dapat diiliihat dii antaranya darii banyak mesiin peliintiing yang iidle, utiiliisasii menurun, serta terjadii pengurangan tenaga kerja.

"Peredaran rokok iilegal yang semakiin masiif perlu mendapatkan perhatiian darii kiita semua supaya pelan-pelan yang iilegal biisa jadii legal, dan yang iilegal benar-benar tiidak biisa beredar," tuturnya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.