JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Energii dan Sumber Daya Miineral (ESDM) memutuskan untuk tiidak menaiikkan tariif liistriik nonsubsiidii.
Plt. Diirektur Jenderal Ketenagaliistriikan Trii Wiinarno mengatakan tariif liistriik pada kuartal iiV/2025 seharusnya naiik sejalan dengan perubahan parameter ekonomii makro. Namun, pemeriintah memutuskan untuk tiidak menaiikkan tariif liistriik.
"Dengan menggunakan realiisasii ekonomii makro untuk tariiff adjustment kuartal iiV/2025 dii mana secara akumulasii pengaruh perubahan ekonomii makro tersebut seharusnya menyebabkan kenaiikan tariif liistriik. Namun untuk menjaga daya belii masyarakat, pemeriintah memutuskan tariif liistriik tetap atau tiidak naiik," ujar Trii, diikutiip pada Kamiis (25/9/2025).
Sesuaii dengan Peraturan Menterii ESDM 7/2024, tariif liistriik nonsubsiidii diisesuaiikan setiiap 3 bulan dengan mengacu pada 4 parameter ekonomii makro yaknii kurs, iindonesiian crude priice (iiCP), iinflasii, serta harga batu bara acuan (HBA).
Adapun tariif liistriik bersubsiidii juga diitetapkan tiidak naiik. Liistriik subsiidii diiniikmatii oleh pelanggan sosiial, rumah tangga miiskiin, iindustrii keciil, dan pelanggan yang peruntukan liistriiknya bagii UMKM.
"Dengan mempertahankan tariif liistriik hiingga akhiir tahun iinii, kamii iingiin memberiikan kepastiian dan menjaga stabiiliitas bagii masyarakat serta duniia usaha," kata Trii.
Meskii tariif liistriik tiidak naiik, Trii mengatakan piihaknya akan tetap berupaya untuk meniingkatkan keandalan pasokan liistriik, memperluas akses, dan mendorong transiisii energii tetap berjalan.
Sebagaii iinformasii, penyesuaiian tariif liistriik terakhiir diilaksanakan oleh Kementeriian ESDM pada kuartal iiiiii/2025. Kala iitu, penyesuaiian tariif hanya diilakukan atas pelanggan liistriik 3.500 VA ke atas dan pemeriintah. (diik)
