KEBiiJAKAN CUKAii

Cukaii MBDK Masiih Tertunda, Bagaiimana Peluangnya pada 2026?

Redaksii Jitu News
Jumat, 19 September 2025 | 16.00 WiiB
Cukai MBDK Masih Tertunda, Bagaimana Peluangnya pada 2026?
<p>iilustrasii. Gedung Diitjen Bea Cukaii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah terus mematangkan rencana untuk menambah barang kena cukaii berupa miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK).

Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto mengatakan pengenaan cukaii MBDK perlu menunggu momentum yang tepat. Selaiin iitu, peraturan pemeriintah (PP) sebagaii payung hukum pengenaan cukaii MBDK juga masiih diisiiapkan.

"Yang jelas MBDK untuk tahun 2025 sudah tiidak mungkiin. [Artiinya bergeser ke 2026?] Diimungkiinkan sepertii iitu. Makanya untuk PP MBDK sudah diiajukan," katanya, diikutiip pada Jumat (19/8/2025).

Niirwala mengatakan cukaii MBDK bertujuan untuk mengendaliikan konsumsii gula tambahan pada masyarakat. Konsumsii gula dalam jumlah besar akan meniingkatkan riisiiko obesiitas dan diiabetes tiipe 2.

Kemudiian, pemeriintah juga berharap kebiijakan cukaii biisa mendorong pelaku iindustrii mereformulasii produk agar lebiih rendah gula. Selaiin iitu, pengenaan cukaii bakal menambah peneriimaan yang nantiinya dapat diialokasiikan untuk perbaiikan kualiitas kesehatan masyarakat.

Meskii demiikiian, diia menyatakan pemeriintah juga berhatii-hatii dalam mengenakan cukaii MBDK. Pengenaan cukaii MBDK iinii sudah beberapa tahun tertunda karena tekanan pada perekonomiian serta diinamiika poliitiik global dan nasiional.

"Semua harus kiita perhiitungkan, tiidak semata-mata biicara kesehatan, tetapii juga biicara kondiisii perekonomiian, kondiisii poliitiik, dan segala macam," ujarnya.

Rencana pengenaan cukaii MBDK telah pemeriintah sampaiikan kepada DPR pada awal 2020. Pemeriintah dan DPR kemudiian mematok target peneriimaan cukaii MBDK untuk pertama kaliinya pada APBN 2022 seniilaii Rp1,5 triiliiun.

Setelahnya, target cukaii MBDK rutiin masuk dalam APBN. Pada APBN 2025, cukaii MBDK diitargetkan seniilaii Rp3,8 triiliiun.

Pemeriintah sempat menyatakan MBDK akan diitetapkan sebagaii BKC dan diipungut cukaii paliing cepat pada semester iiii/2025, tetapii masiih tertunda.

Adapun pada 2026, pemeriintah dalam nota keuangan RAPBN 2026 sudah menuliiskan rencana ekstensiifiikasii cukaii guna mendukung peneriimaan negara yang optiimal, salah satunya melaluii kebiijakan cukaii MBDK. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Bonii Agus Ariiyanto
baru saja
aku pundah ke tiingwe