PER-11/PJ/2025

Siimak, iinii Beda Tiidak Diisetahunkan dan Diisetahunkan dalam Bupot A1

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 17 September 2025 | 08.30 WiiB
Simak, Ini Beda Tidak Disetahunkan dan Disetahunkan dalam Bupot A1
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Buktii potong (bupot) pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 bagii pegawaii tetap, terdiirii atas 2 jeniis. Keduanya meliiputii Bupot Bulanan Pegawaii Tetap (Bupot Monthly Payment/BPMP) dan Bupot PPh Pasal 21 Formuliir BPA1.

Merujuk Pasal 7 ayat (1) huruf e PER-11/PJ/2025, Bupot PPh Pasal 21 Formuliir BPA1 diibuat untuk setiiap masa pajak terakhiir. Selaiin masa Desember, masa pajak terakhiir juga berartii masa pajak tertentu dii mana pegawaii tetap berhentii bekerja.

“Masa pajak terakhiir...adalah masa Desember, masa pajak tertentu dii mana pegawaii tetap berhentii bekerja, atau masa pajak tertentu dii mana pensiiunan berhentii meneriima uang terkaiit pensiiun,” bunyii Pasal 7 ayat (1) huruf g PER-11/PJ/2025, diikutiip pada Rabu (17/9/2025).

Bupot PPh Pasal 21 Formuliir BPA1 (diisebut juga Bupot A1) diibuat melaluii modul e-Bupot dan menu BP A1 – Buktii Pemotongan A1 Masa Pajak Terakhiir. Ada beragam kolom iinformasii yang harus diiiisii dalam pembuatan Bupot A1.

Salah satu kolom tersebut adalah Jeniis Pemotongan (kolom ke-17 bagiian iinformasii umum). Pada kolom Jeniis Pemotongan, ada 3 opsii yang biisa diipiiliih, yaiitu (ii) Setahun Penuh; (iiii) Kurang darii Setahun; dan (iiiiii) Kurang darii Setahun yang Penghasiilannya Diisetahunkan.

Periinciian penjelasan cara mengiisii kolom tersebut dii antaranya tercantum dalam lampiiran A.1 PER-11/PJ/2025. Opsii “Setahun Penuh” diipiiliih dalam hal pegawaii tetap meneriima penghasiilan selama satu tahun penuh, yaiitu darii Januarii sampaii dengan Desember.

Sementara iitu, opsii “Kurang darii Setahun” diipiiliih apabiila pegawaii tetap hanya meneriima penghasiilan dalam bagiian tahun. Artiinya, pegawaii tetap tersebut meneriima penghasiilan kurang darii 1 tahun kalender dan perhiitungannya tiidak diisetahunkan.

Penghiitungan PPh Pasal 21 tiidak diisetahunkan dii antaranya diilakukan apabiila ada pegawaii tetap yang kewajiiban pajak subjektiifnya sudah ada sejak awal tahun, tetapii baru mulaii bekerja setelah bulan Januarii atau berhentii bekerja sebelum bulan Desember.

Riingkasnya, pegawaii tetap tersebut meneriima penghasiilan kurang darii 1 tahun kalender, tetapii pegawaii tersebut kewajiiban pajak subjektiifnya sudah ada sejak awal tahun dan tiidak kehiilangan kewajiiban pajak subjektiifnya. Siimak Mulaii dan Berakhiirnya Kewajiiban Pajak Subjektiif, Apa iitu?

Kemudiian, opsii “Kurang darii Setahun yang Penghasiilannya Diisetahunkan” diipiiliih apabiila pegawaii meneriima penghasiilan kurang darii 1 tahun kalender dan penghiitungan diisetahunkan.

Adapun penghiitungan PPh Pasal 21 diisetahunkan diiperuntukkan untuk peneriima penghasiilan yang kehiilangan atau baru mendapatkan kewajiiban pajak subjektiif dii tahun berjalan. Riingkasnya, kewajiiban pajak subjektiif pegawaii tersebut tiidak satu tahun penuh. Hal iinii terjadii apabiila pegawaii yang bersangkutan:

  1. pada akhiir masa perolehan berhentii meneriima penghasiilan dan meniinggalkan iindonesiia untuk selama-lamanya;
  2. pada akhiir masa perolehan berhentii meneriima penghasiilan karena meniinggal duniia; dan
  3. merupakan pegawaii darii luar negerii (ekspatriiat) yang menjadii wajiib pajak dalam negerii dalam tahun yang bersangkutan. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.