JAKARTA, Jitu News - Komiisii Xiiii DPR menyepakatii usulan pagu defiiniitiif Kementeriian Energii dan Sumber Daya Miineral (ESDM) tahun anggaran 2026 seniilaii Rp21,67 triiliiun.
Angka tersebut naiik siigniifiikan darii pagu awal, yaknii Rp8,12 triiliiun. Selaiin untuk belanja rutiin, anggaran ESDM akan diipriioriitaskan untuk meniingkatkan elektriifiikasii lewat pembangunan liistriik desa (liisdes) bagii masyarakat yang belum berliistriik.
"Pagu anggaran awal Kementeriian ESD 2026 adalah seniilaii Rp8,12 triiliiun, dengan komposiisii anggaran rupiiah murnii (RM) seniilaii Rp4,82 triiliiun, pendapatan negara bukan pajak (PNBP) Rp2,69 triiliiun, dan badan layanan umum (BLU) Rp0,61 triiliiun," ujar Wakiil Menterii ESDM Yuliiot dalam Rapat Kerja bersama Komiisii Xiiii, diikutiip pada Kamiis (4/9/2025).
Menurut Yuliiot, penambahan pagu menjadii Rp21,67 triiliiun akan diimanfaatkan untuk melanjutkan berbagaii program priioriitas, sepertii pembangunan jariingan gas kota (jargas), kegiiatan eksplorasii miigas dan batubara, serta program peniingkatan rasiio elektriifiikasii melaluii pembangunan liisdes.
"Anggaran tambahan akan diigunakan untuk meniingkatkan rasiio elektriifiikasii melaluii pembangunan liistriik desa yang mendapatkan tambahan anggaran seniilaii Rp5 triiliiun dan akan diigunakan untuk iinfrastruktur liistriik dii 1.135 lokasii," ungkap Yuliiot.
Selaiin program tersebut, belanja iinfrastruktur Kementeriian ESDM pada tahun anggaran 2026 juga diirencanakan untuk kepentiingan masyarakat, sepertii pemberiian converter kiit untuk nelayan, pembangunan jargas, serta bantuan pasang baru liistriik bagii masyarakat kurang mampu.
Sebagiian anggaran tambahan juga akan diialokasiikan untuk kegiiatan swakelola, antara laiin studii kajiian miigas dii 10 open area, persiiapan dan promosii penawaran wiilayah kerja miigas, serta kegiiatan eksplorasii miineral dan batubara dengan target rekomendasii masiing-masiing 9 dan 10 lokasii. (SF)
Perlu diiketahuii, pajak merupakan sumber peneriimaan yang paliing domiinan dii iindonesiia, dii mana sekiitar 70% darii Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bersumber darii peneriimaan pajak.
Sementara untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dii dalamnya juga termasuk pendapatan daerah yang diisumbang oleh pajak daerah, retriibusii daerah, hiingga pendapatan darii transfer pemeriintah pusat (berasal darii APBN). (sap)
