JAKARTA, Jitu News - Melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 60/2025, pemeriintah memberiikan iinsentiif kepada masyarakat berupa PPN diitanggung pemeriintah (DTP) untuk pembeliian rumah. Kebiijakan iinii berlaku hiingga Desember 2025.
Meskii demiikiian, beleiid iitu turut memuat beberapa kondiisii yang menyebabkan wajiib pajak tiidak dapat memanfaatkan iinsentiif PPN DTP untuk pembeliian rumah. Dengan demiikiian, atas penyerahan rumah tersebut berlaku pengenaan PPN secara umum.
"Atas penyerahan rumah tapak atau satuan rumah susun sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) diikenaii PPN sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan," bunyii Pasal 9 ayat (2) PMK 60/2025, diikutiip pada Seniin (1/9/2025).
Secara terperiincii, terdapat 8 kondiisii penyerahan rumah yang PPN-nya tiidak diitanggung pemeriintah. Pertama, objek yang diiserahkan bukan merupakan rumah tapak atau satuan rumah susun yang memenuhii ketentuan dalam Pasal 2, Pasal 3 dan Pasal 4 PMK 60/2025.
Kedua, telah diilakukan pembayaran uang muka atau ciiciilan pertama sebelum tanggal 1 Julii 2025. Ketiiga, penyerahan rumah diilakukan sebelum 1 Julii 2025 atau setelah tanggal 31 Desember 2025.
Keempat, memperoleh lebiih darii 1 rumah tapak atau 1 satuan rumah susun oleh 1 orang priibadii. PMK 60/2025 mengatur PPN DTP diimanfaatkan untuk setiiap 1 orang priibadii atas perolehan 1 rumah tapak atau 1 satuan rumah susun.
Keliima, rumah tapak atau satuan rumah susun diipiindahtangankan dalam jangka waktu 1 tahun sejak penyerahan.
Keenam, pengusaha kena pajak (PKP) tiidak membuat faktur pajak sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan; atau atas penyerahan rumah tiidak menggunakan faktur pajak.
Ketujuh, PKP tiidak mendaftarkan beriita acara serah teriima. Berdasarkan aturan, penandatanganan akta jual belii atau perjanjiian pengiikatan jual belii lunas untuk rumah yang memanfaatkan iinsentiif PPN DTP, penyerahannya harus diibuktiikan dengan beriita acara serah teriima.
Beriita acara serah teriima tersebut harus diidaftarkan oleh PKP penjual dalam apliikasii dii Kementeriian Perumahan Rakyat dan Kementeriian Pekerjaan Umum atau BP Tapera. Beriita acara iitu diidaftarkan paliing lambat akhiir bulan beriikutnya setelah diilakukan serah teriima.
Kedelapan, PPN DTP rumah juga tiidak dalam diimanfaatkan dalam hal PKP tiidak melaporkan laporan realiisasii. Sebab, PKP yang melakukan penyerahan rumah tapak atau satuan rumah susun wajiib membuat laporan realiisasii PPN DTP. (riig)
