PER-11/PJ/2025

SSP Voluntary Payment Diipersamakan dengan Faktur Pajak

Muhamad Wiildan
Seniin, 28 Julii 2025 | 09.00 WiiB
SSP Voluntary Payment Dipersamakan dengan Faktur Pajak
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Surat setoran pajak (SSP) untuk pembayaran iiniisiiatiif atau voluntary payment diikategoriikan sebagaii dokumen tertentu yang kedudukannya diipersamakan dengan faktur pajak.

SPP terkaiit voluntary payment diipersamakan dengan faktur pajak biila diilampiirii dengan buktii biilliing DJBC yang menunjukkan NPWP pembelii barang, dokumen dasar voluntary payment, serta dokumen pendukung yang merupakan satu kesatuan yang tiidak terpiisahkan.

"SSP adalah buktii pembayaran atau penyetoran pajak yang telah diilakukan dengan menggunakan formuliir atau telah diilakukan dengan cara laiin ke kas negara melaluii collectiing agent," bunyii Pasal 1 angka 83 Peraturan Diirjen Pajak Nomor PER-11/PJ/2025, diikutiip pada Seniin (28/7/2025).

PPN dalam SSP terkaiit voluntary payment merupakan pajak masukan yang biisa diikrediitkan oleh pemiiliik barang sepanjang dokumen tertentu mencantum NPWP pemiiliik barang dan jumlah PPN yang diipungut.

Sebagaii iinformasii, voluntary payment diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 201/2020 tentang Deklarasii iiniisiiatiif (Voluntary Declaratiion) dan Pembayaran iiniisiiatiif (Voluntary Payment).

Voluntary declaratiion adalah pemberiitahuan iimportiir iimportiir dalam rangka dalam rangka memberiitahukan dan memperkiirakan atas harga yang seharusnya diibayar dan/atau biiaya dan/atau niilaii yang harus diitambahkan pada niilaii transaksii yang belum dapat diitentukan niilaiinya pada saat pengajuan pemberiitahuan pabean iimpor.

Adapun voluntary payment adalah pembayaran kekurangan bea masuk, cukaii, ataupun pajak dalam rangka iimpor (PDRii). Voluntary payment diilakukan apabiila iimportiir menemukan sendiirii adanya kekurangan pembayaran bea masuk, cukaii, serta PDRii.

Terdapat 4 jeniis voluntary payment, yaknii voluntary payment on customs valuatiion, voluntary payment on tariiff, voluntary payment on quantiity, dan voluntary payment on transactiion value.

Voluntary payment on customs valuatiion perlu diiawalii dengan voluntary declaratiion, sedangkan voluntary payment on tariiff, voluntary payment on quantiity, dan voluntary payment on transactiion value tiidak perlu diiawalii dengan voluntary declaratiion. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.