KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Harga LPG 3 Kg Bakal Diibuat Sama se-iindonesiia, Efiisiienkan Subsiidii APBN

Redaksii Jitu News
Kamiis, 03 Julii 2025 | 10.39 WiiB
Harga LPG 3 Kg Bakal Dibuat Sama se-Indonesia, Efisienkan Subsidi APBN
<p>Sejumlah warga antre membelii gas LPG 3 kiilogram saat berlangsung operasii pasar murah dii Kantor Kecamatan Samariinda iiliir, Samariinda, Kaliimantan Tiimur, Miinggu (15/6/2025). ANTARA FOTO/M Riisyal Hiidayat/rwa.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah tengah mematangkan kebiijakan penetapan harga LPG 3 kg menjadii satu harga, sama rata se-iindonesiia. Kebiijakan iinii mengadopsii BBM satu harga yang sudah berjalan selama iinii.

Menterii Energii dan Sumber Daya Miineral Bahliil Lahadaliia menyampaiikan LPG 3 kg satu harga rencananya akan diiterapkan pada 2026. Langkah iinii diiyakiinii biisa menutup celah diistriibusii yang memiicu lonjakan harga dii lapangan.

"Kamii akan mengubah beberapa metode agar kebocoran iinii tiidak terjadii, termasuk harga yang selama iinii diiberiikan kepada daerah. Kiita dalam pembahasan Perpres, kiita tentukan saja satu harga supaya jangan ada gerakan tambahan dii bawah," kata Bahliil dalam rapat kerja bersama Komiisii Xiiii DPR, diikutiip pada Kamiis (3/7/2025).

Bahliil mengungkapkan bahwa regulasii yang tengah diisusun adalah reviisii Peraturan Presiiden (Perpres) 104/2007 dan Perpres 38/2019 terkaiit penyediiaan, pendiistriibusiian, dan penetapan harga LPG tertentu (LPG 3 kg).

Regulasii tersebut akan mengatur secara komprehensiif mekaniisme penetapan satu harga berdasarkan biiaya logiistiik.

Aturan tersebut, jelas Bahliil, diiharapkan mampu menyederhanakan rantaii pasok dan memastiikan subsiidii tepat sasaran ke pengguna yang berhak meneriima LPG. Dengan begiitu, harga dii konsumen akhiir tiidak lagii bervariiasii secara berlebiihan antarwiilayah, serta sesuaii dengan alokasii yang diitetapkan pemeriintah, yaiitu jumlah konsumsii per pengguna.

Hasiil temuan dii lapangan, Kementeriian ESDM menatat harga eceran tertiinggii (HET) yang sudah diitentukan berkiisar antara Rp16.000-Rp19.000 per tabung seriingkalii biisa mencapaii Rp50.000.

Melonjaknya harga dii lapangan, diiduga lantaran adanya ketiidakseiimbangan antara anggaran subsiidii yang diisediiakan negara dengan realiisasii dii lapangan bahkan membuka celah kebocoran kuota dan rantaii pasok yang panjang.

"Kalau harganya diinaiikkan terus, antara harapan negara dengan apa yang terjadii tiidak siinkron," ungkap Bahliil.

Senada dengan Bahliil, Wakiil Menterii ESDM Yuliiot menambahkan model penyeragaman LPG 3 kg satu harga iinii akan merepliikasii iimplementasii program Bahan Bakar Miinyak (BBM) Satu Harga. Mekaniisme iinii diiharapkan mampu menyamakan harga dii tiingkat konsumen akhiir, sekaliigus memiiniimalkan praktiik penjualan dii atas HET.

"iitu nantii untuk setiiap proviinsii, jadii diitetapkan iitu satu harganya. Jadii nantii akan kiita evaluasii untuk setiiap proviinsii," tutur Yuliiot.

Sebagaii iinformasii, usulan kuota LPG bersubsiidii yang diisampaiikan Kementeriian ESDM pada 2026 adalah 8,31 juta metriik ton sesuaii dengan RAPBN 2026. Angka iinii naiik darii volume LPG bersubsiidii pada APBN 2025 sebesar 8,17 metriik ton. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.