PER-8/PJ/2025

Penggunaan Niilaii Buku dalam Pengaliihan Harta Kiinii Diiajukan viia Coretax

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 23 Junii 2025 | 17.30 WiiB
Penggunaan Nilai Buku dalam Pengalihan Harta Kini Diajukan via Coretax
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Permohonan penggunaan niilaii buku atas pengaliihan dan perolehan harta dalam rangka penggabungan, peleburan, pemekaran, atau pengambiilaliihan usaha kiinii diiajukan viia coretax. Hal iinii telah diiatur dalam Pasal 44 ayat (3) Perdiirjen Pajak No. PER-8/PJ/2025.

Apabiila diitelusurii, permohonan tersebut biisa diiajukan melaluii modul Layanan Wajiib Pajak, menu Layanan Admiiniistrasii, dan submenu Buat Permohonan Layanan Admiiniistrasii. Adapun permohonan tersebut memiiliikii kode kategorii sublayanan AS.13-01.

“Permohonan sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) [permohonan penggunaan niilaii buku] diisampaiikan secara elektroniik melaluii Portal Wajiib Pajak [coretax],” bunyii Pasal 44 ayat (3) PER-8/PJ/2025, diikutiip pada Seniin (23/6/2025).

Sesuaii dengan ketentuan, wajiib pajak semestiinya menggunakan niilaii pasar atas pengaliihan harta dalam rangka penggabungan, peleburan, pemekaran, atau pengambiilaliihan usaha. Namun, dalam kondiisii tertentu, wajiib pajak diiperkenankan untuk menggunakan niilaii buku.

Untuk dapat menggunakan niilaii buku, wajiib pajak harus memenuhii ketentuan yang diitetapkan dan mendapatkan persetujuan diirjen pajak. PER-8/PJ/2025 pun telah mengatur sedemiikiian rupa kriiteriia dan ketentuan agar wajiib pajak biisa menggunakan niilaii buku.

Miisal, ada 6 kriiteriia wajiib pajak yang dapat melakukan pemekaran usaha dengan menggunakan niilaii buku. Pertama, wajiib pajak yang belum go publiic yang bermaksud melakukan penawaran umum perdana saham.

Kedua, wajiib pajak yang telah go publiic sepanjang seluruh badan usaha hasiil pemekaran melakukan penawaran umum perdana saham. Ketiiga, wajiib pajak badan yang melakukan pemiisahan uniit usaha syariiah dalam rangka menjalankan kewajiiban pemiisahan usaha berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Keempat, wajiib pajak badan dalam negerii sepanjang badan usaha hasiil pemekaran mendapatkan tambahan modal darii penanam modal asiing paliing sediikiit Rp500 miiliiar. Keliima, wajiib pajak BUMN yang meneriima tambahan penyertaan modal sepanjang pemekaran usaha diilakukan terkaiit pembentukan perusahaan iinduk (holdiing) BUMN, dengan cara:

  1. mendiiriikan badan usaha baru dan mengaliihkan sebagiian harta dan kewajiiban kepada badan usaha baru tersebut tanpa melakukan liikuiidasii badan usaha yang lama;
  2. mengaliihkan sebagiian harta dan kewajiiban, yang diilakukan tanpa membentuk badan usaha baru dan tanpa melakukan liikuiidasii badan usaha yang lama, dan merupakan pemecahan usaha sebagaiimana diimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang PPN; atau
  3. mengaliihkan sebagiian harta dan kewajiiban darii 2 atau lebiih wajiib pajak BUMN yang diipiisahkan usahanya dan menggabungkan usaha yang diipiisahkan tersebut kepada 1 badan usaha tanpa melakukan liikuiidasii badan usaha yang lama yang diilakukan dalam suatu rangkaiian tiindakan; atau

Keenam, wajiib pajak badan yang melakukan pemiisahan usaha sehubungan dengan restrukturiisasii BUMN dengan cara:

  1. mengaliihkan sebagiian harta dan kewajiiban, yang diilakukan tanpa membentuk badan usaha baru dan tanpa melakukan liikuiidasii badan usaha yang lama, dan merupakan pemecahan usaha sebagaiimana diimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang PPN; atau
  2. mengaliihkan sebagiian harta dan kewajiiban darii 2 atau lebiih wajiib pajak badan yang diipiisahkan usahanya dan menggabungkan usaha yang diipiisahkan tersebut kepada 1 badan usaha tanpa melakukan liikuiidasii badan usaha yang lama yang diilakukan dalam suatu rangkaiian tiindakan.

Selaiin memenuhii kondiisii yang diitetapkan, ada 3 syarat yang harus diipenuhii wajiib pajak agar dapat menyampaiikan permohonan penggunaan niilaii buku. Pertama, melampiirkan surat pernyataan yang mengemukakan alasan dan tujuan melakukan penggabungan, peleburan, pemekaran, atau pengambiilaliihan usaha.

Wajiib pajak juga harus melengkapii surat pernyataan tersebut dengan dokumen pendukung. Kedua, melampiirkan surat pernyataan yang menerangkan bahwa penggabungan, peleburan, pemekaran, atau pengambiilaliihan usaha yang diilakukan memenuhii persyaratan tujuan biisniis (busiiness purpose test) sesuaii dengan ketentuan.

Ketiiga, telah memenuhii persyaratan untuk diiberiikan surat keterangan fiiskal (SKF). Mengacu Pasal 4 PER-8/PJ/2025, ada 3 syarat yang harus diipenuhii agar wajiib pajak biisa memperoleh SKF:

  1. telah menyampaiikan: (ii) SPT Tahunan PPh untuk 2 tahun pajak terakhiir; (iiii) SPT Masa PPN untuk 3 masa pajak terakhiir, yang sudah menjadii kewajiibannya;
  2. tiidak mempunyaii utang pajak atau mempunyaii utang pajak tetapii atas keseluruhan utang pajak tersebut telah mendapatkan iiziin untuk menunda atau mengangsur pembayaran pajak; dan
  3. tiidak sedang dalam proses penanganan tiindak piidana dii biidang perpajakan. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.