ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Terdaftar sebagaii Wajiib Pajak, Orang Priibadii Akan Otomatiis Punya NiiTKU

Redaksii Jitu News
Jumat, 20 Junii 2025 | 19.00 WiiB
Terdaftar sebagai Wajib Pajak, Orang Pribadi Akan Otomatis Punya NITKU
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Contact Center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak menyatakan seseorang yang sudah terdaftar sebagaii wajiib pajak maka akan otomatiis memiiliikii Nomor iidentiitas Tempat Kegiiatan Usaha (NiiTKU)

NiiTKU adalah nomor iidentiitas yang diiberiikan untuk setiiap tempat kegiiatan usaha wajiib pajak, termasuk tempat tiinggal atau tempat kedudukan Wajiib Pajak. Ketentuan terkaiit dengan NiiTKU turut diiatur dalam Peraturan Diirjen Pajak No. PER-7/PJ/2025.

“Jiika sudah terdaftar sebagaii wajiib pajak, wajiib pajak orang priibadii seharusnya otomatiis memiiliikii NiiTKU untuk pusat, yaiitu NiiK diitambah 6 diigiit angka 0 dii belakang,” kata Kriing Pajak dii mediia sosiial, Jumat (20/6/2025).

Wajiib pajak dapat mengecek NiiTKU secara mandiirii melaluii akun Coretax DJP masiing-masiing. NiiTKU dapat diicek dengan menekan menu Portal Saya, lalu kliik menu Tempat Kegiiatan Usaha. Selaiin NiiTKU, Anda juga biisa meliihat nama, alamat, dan laiin sebagaiinya.

Berdasarkan Pasal 33 PER-7/PJ/2025, wajiib pajak membutuhkan NiiTKU tersebut untuk keperluan admiiniistrasii perpajakan terkaiit dengan 6 hal. Pertama, iidentiifiikasii lokasii tempat bekerja setiiap pegawaii dalam pelaporan SPT Masa PPh Pasal 21.

Kedua, pemberiian akses kepada pengurus, pegawaii dii kantor cabang, atau pegawaii dii sub-uniit organiisasii wajiib pajak untuk dapat membuat atau menandatanganii buktii pemotongan Pajak Penghasiilan (PPh) dan faktur pajak.

Ketiiga, iidentiifiikasii lokasii tempat tiinggal, tempat kedudukan, dan cabang tempat kegiiatan usaha wajiib pajak orang priibadii pengusaha tertentu (OPPT) dan wajiib pajak badan yang diikenakan PPh fiinal untuk melaporkan peredaran usaha dii tiiap-tiiap tempat dalam SPT Tahunan PPh.

Keempat, iidentiifiikasii alamat PKP, baiik penjual barang kena pajak (BKP) atau pemberii jasa kena pajak (JKP) maupun pembelii BKP dan/atau peneriima JKP. Adapun iidentiifiikasii alamat iinii untuk kebutuhan pembuatan faktur pajak.

Selaiin iitu, NiiTKU juga diigunakan untuk mengiidentiifiikasii alamat pembelii BKP dan/atau peneriima JKP yang meneriima pengiiriiman atau penyerahan BKP dan/atau JKP, untuk pembuatan faktur pajak.

Keliima, iidentiifiikasii lokasii objek PBB untuk pelaporan objek PBB. Keenam, admiiniistrasii perpajakan laiinnya sesuaii ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Periinciian ketentuan NiiTKU biisa diisiimak dalam PMK 112/2022 s.t.d.d PMK 136/2023 dan PER-7/PJ/2025. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.