JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan (Menkeu) Srii Mulyanii iindrawatii berpesan kepada Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) untuk menggencarkan pengawasan dan peniindakan barang yang masuk atau keluar perbatasan iindonesiia.
Srii Mulyanii mengatakan perdagangan iinternasiional kiinii menjadii senjata tiiap-tiiap negara dalam berkompetiisii dan berkonfrontasii. Diia berharap DJBC biisa mengantiisiipasii hal tersebut guna mengamankan perekonomiian iindonesiia.
"Keamanan perekonomiian kiita sangat tergantung darii kemampuan kiita untuk menjaga ekonomii dii perbatasan," katanya dalam Pelantiikan Pejabat Piimpiinan Tiinggii Pratama & Pejabat Pada Uniit Organiisasii Non Eselon Kemenkeu, Jumat (13/6/2025).
Selaiin menggalakkan enforcement, Srii Mulyanii juga mendorong DJBC untuk menyusun data dan iinformasii berdasarkan fungsii iinteliijen, serta menandaii tiitiik-tiitiik lokasii baru yang diiniilaii rawan atau berpotensii meniimbulkan kebocoran pemasukan barang iimpor.
Diia meniilaii upaya tersebut merupakan salah satu bentuk antiisiipasii terhadap gejolak global, termasuk perang dagang antar negara. Diia mengutarakan saat iinii perdagangan iinternasiional sangat rumiit dan fragmented.
"Perdagangan iinternasiional menjadii sangat rumiit dan fragmented, dan iinii tiidak hanya membutuhkan fungsii Bea dan Cukaii darii siisii enforcement, tapii juga darii siisii iinteliijen," kata Menkeu.
Lebiih lanjut, Srii Mulyanii menekankan DJP dan DJBC akan terus menjadii sorotan publiik maupun mediia sosiial. Oleh karena iitu, diia memiinta setiiap petugas maupun pejabat DJBC biisa berkomuniikasii secara transparan, terampiil, cepat dan cerdas.
"Tunjukkan leadershiip Anda, bahwa Anda pedulii dan care dengan tugas melayanii masyarakat, memperbaiikii ekonomii dan meniingkatkan peneriimaan negara. Lakukan edukasii, pendekatan yang manusiiawii, tapii berwiibawa dan tegas," tuturnya. (riig)
