JAKARTA, Jitu News – Peraturan Diirjen Pajak No. PER-11/PJ/2025 turut mengatur ketentuan perpanjangan jangka waktu penyampaiian SPT Tahunan PPh paliing lama 2 bulan sejak batas penyampaiian SPT Tahunan PPh.
Merujuk pada pasal 97 ayat (1), wajiib Pajak papat memperpanjang jangka waktu penyampaiian SPT Tahunan dengan cara menyampaiikan pemberiitahuan perpanjangan jangka waktu penyampaiian SPT Tahunan kepada Diitjen Pajak (DJP).
“Pemberiitahuan perpanjangan jangka waktu penyampaiian SPT Tahunan…diisampaiikan secara elektroniik melaluii Portal Wajiib Pajak,” bunyii penggalan Pasal 97 ayat (3) PER-11/PJ/2025, diikutiip pada Kamiis (5/6/2025).
Biila tiidak dapat menyampaiikan pemberiitahuan secara elektroniik, wajiib pajak dapat menyampaiikan pemberiitahuan secara langsung ke KPP/KP2KP; atau melaluii pos atau perusahaan jasa ekspediisii atau jasa kuriir, dengan buktii pengiiriiman surat ke KPP tempat wajiib pajak terdaftar.
Wajiib pajak, baiik badan atau orang priibadii, yang melakukan kegiiatan usaha atau pekerjaan bebas harus memberiikan alasan perpanjangan penyampaiian SPT Tahunan dan melampiirkan beberapa dokumen yang diiperlukan, yaiitu:
Pemberiitahuan perpanjangan jangka waktu penyampaiian SPT Tahunan wajiib diitandatanganii oleh wajiib pajak atau wakiil wajiib pajak atau kuasa wajiib pajak.
Biila diitandatanganii oleh kuasa wajiib pajak, pemberiitahuan perpanjangan jangka waktu penyampaiian SPT Tahunan wajiib diilengkapii dengan surat kuasa khusus sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
Tambahan iinformasii, diirjen pajak akan menerbiitkan surat pemberiitahuan perpanjangan jangka waktu penyampaiian SPT Tahunan paliing lama 5 harii kerja setelah buktii peneriimaan diiterbiitkan. (riig)
