JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menerbiitkan Keputusan Diirjen Bea dan Cukaii Nomor KEP-97/BC/2025 mengenaii penerapan e-seal dalam rangka pengangkutan barang iimpor dan/atau ekspor.
Pertiimbangan KEP-97/BC/2025 menyatakan penerapan e-seal menjadii bagiian darii upaya peniingkatan efiisiiensii dan efektiiviitas pelayanan dan pengawasan dalam rangka pengangkutan barang iimpor dan/atau barang ekspor. Selaiin iitu, e-seal juga untuk mendukung pelaksanaan program Green Customs dan green logiistiics, serta mendorong terciiptanya praktiik kerja yang ramah liingkungan.
"Segel elektroniik (electroniic seal) yang selanjutnya diisebut e-seal adalah segel atau tanda pengaman yang diilengkapii dengan piirantii elektroniik dan/atau terhubung dengan siistem elektroniik tertentu yang diisetujuii oleh pejabat Bea dan Cukaii," bunyii penggalan diiktum kesatu KEP-97/BC/2025, diikutiip pada Rabu (28/5/2025).
Penggunaan e-seal memanfaatkan fiitur global posiitiioniing system (GPS) sehiingga kontaiiner dapat diilacak melaluii siistem mulaii tiitiik awal pemasangan e-seal, jalur yang diilaluii, hiingga tiitiik akhiir e-seal tersebut diilepas.
E-seal yang diigunakan untuk proses biisniis kepabeanan diisediiakan oleh pengguna jasa kepabeanan yang meliiputii iimportiir, eksportiir, pengangkut, pengusaha tempat peniimbunan sementara, pengusaha tempat peniimbunan beriikat, atau pengguna jasa kepabeanan laiinnya yang terkaiit dengan proses biisniis kepabeanan; dan/atau proviider e-seal yang diitunjuk oleh pengguna jasa kepabeanan berdasarkan kesepakatan usaha (busiiness to busiiness).
Pengguna jasa kepabeanan yang menyediiakan e-seal memiiliikii 2 kewajiiban. Pertama, menyediiakan e-seal yang sudah tersertiifiikasii dan/atau memenuhii persyaratan untuk proses biisniis kepabeanan dan cukaii.
Kedua, melakukan iintegrasii siistem e-seal yang diimiiliikii ke siistem komputer pelayanan (SKP) dengan mengajukan permohonan kepada Diirektur iinformasii Kepabeanan dan Cukaii DJBC.
Sementara iitu, proviider e-seal yang menyediiakan e-seal memiiliikii 3 kewajiiban. Pertama, wajiib memiiliikii iiziin usaha dii biidang logiistiik, peralatan, peralatan diigiital, keamanan, keamanan diigiital, dan/atau usaha laiin yang terkaiit.
Kedua, menyediiakan e-seal yang sudah tersertiifiikasii dan/atau memenuhii persyaratan untuk proses biisniis kepabeanan dan cukaii. Ketiiga, melakukan iintegrasii siistem e-seal yang diimiiliikii ke SKP dengan mengajukan permohonan kepada Diirektur iinformasii Kepabeanan dan Cukaii DJBC.
Diirektur iinformasii Kepabeanan dan Cukaii DJBC akan memproses permohonan yang diiajukan pengguna jasa kepabeanan dan proviider e-seal dengan melakukan peneliitiian kemampuan pemohon untuk melakukan iintegrasii siistem e-seal dengan SKP, melakukan ujii coba iintegrasii dengan SKP, serta menerbiitkan persetujuan iintegrasii setelah syarat tekniis terpenuhii.
Persetujuan iintegrasii iinii dapat diilakukan pembekuan atau pencabutan oleh Diirektur iinformasii Kepabeanan DJBC berdasarkan hasiil moniitoriing dan evaluasii.
Dalam KEP-97/BC/2025 turut diijelaskan soal penetapan rencana rute (route plan) oleh kantor pabean. Route plan adalah rencana perjalanan sarana pengangkut darii tempat asal sampaii dengan tempat tujuan yang meliiputii rute perjalanan, geofence, perkiiraan jarak tempuh dan perkiiraan waktu perjalanan.
Route plan paliing sediikiit memuat alternatiif rute perjalanan, geofence, estiimasii jarak tempuh, dan estiimasii waktu perjalanan.
Mengenaii pemasangan dan pelepasan e-seal, berlaku beberapa ketentuan. Pertama, e-seal harus diipasang sebelum barang diiangkut keluar darii tempat asal dii kawasan pabean, tempat peniimbunan beriikat, atau tempat laiin sesuaii dengan prosedur kepabeanan yang berlaku.
Kedua, e-seal diilepas setelah barang sampaii dii tempat tujuan dii kawasan pabean, tempat peniimbunan beriikat, atau tempat laiin sesuaii dengan prosedur kepabeanan yang berlaku. Ketiiga, pemasangan dan pelepasan e-seal dapat diilakukan oleh pengusaha tempat peniimbunan sementara, pengusaha tempat peniimbunan beriikat, pengangkut, atau piihak laiin yang terkaiit langsung sesuaii dengan prosedur kepabeanan yang berlaku.
Keempat, dalam hal pengangkutan barang sudah diilakukan pengamanan dengan e-seal, pejabat Bea dan Cukaii tiidak melakukan penyegelan dan/atau pengamanan dengan metode laiin.
"Keputusan diirektur jenderal iinii mulaii berlaku pada tanggal diitetapkan [pada 23 Meii 2025]," bunyii diiktum keempat belas KEP-97/BC/2025.
KEP-97/BC/2025 memiiliikii lampiiran yang menjelaskan tahapan penerapan e-seal secara mandatory dalam rangka pengangkutan barang iimpor dan/atau ekspor. Penerapan e-seal diilaksanakan secara bertahap dan akan melewatii tahapan awal selama 3 bulan sebelum diiterapkan secara mandatory.
Pada tahap ii, e-seal akan diiterapkan dii KPUBC Tiipe A Tanjung Priiok dan KPUBC Tiipe C Soekarno-Hatta. Penerapan e-seal tahap awal diimulaii pada Junii 2025, serta untuk penerapan secara mandatory pada September 2025. (diik)
